Hanya 6.765 Kasus Sehari, Jumlah Tes Covid-19 Drop karena Long Weekend

Hanya 6.765 Kasus Sehari, Jumlah Tes Covid-19 Drop karena Long Weekend

JawaPos.com – Dalam sehari pada Minggu (14/2), jumlah kasus Covid-19 hanya bertambah 6.765 kasus. Jumlah itu menurun drastis diikuti penurunan kasus dalam seminggu terakhir yakni hanya 8 ribuan kasus. Meski begitu jumlah yang terlihat menurun, bukan menurun dalam arti sebenarnya. Namun karena jumlah tes Covid-19 yang juga berkurang.

Kritikan juga dilontarkan oleh KawalCovid-19 dalam akun Instagram resmi. Disebutkan dalam seminggu terakhir menurun karena memang jumlah tes juga menurun.

“Rata-rata kasus harian dalam seminggu terakhir (8-14 Februari) turun 25 persen dari minggu sebelumnya (1-7 Februari). Namun jumlah orang diperiksa dalam seminggu terakhir juga turun 20 persen dari minggu sebelumnya,” ungkap pernyataan itu.

Hanya 35.893 spesimen yang dites Covid-19 dalam 24 jam terakhir dari biasanya bisa dua kali lipat jumlahnya sejak tanggal 9 Februari lalu. Dan hanya 24.250 orang yang diuji. Jumlah itu jauh dari rata-rata yang dites biasanya di atas 30 ribu orang sehari sejak tanggal 9 Februari lalu.

Diakui oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Menurut Nadia, banyak laboratorium yamg libur karena libur panjang sehingga jumlah tes menurun.

“Iya. Banyak lab tutup juga. Lab swasta ya,” katanya singkat saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (14/2).

Baca Juga: Menag Beri Tanggapan Soal Pelaporan Terhadap Din Syamsuddin

Baca Juga: Kemenhan Mau Beli 48 Jet Tempur Rafale, Ini Respons TNI AU

 Sebelumnya Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengakui, setiap akhir pelan memang masih menjadi catatan banyaknya laboratorium swasta yang libur saat libur panjang. Akibatnya terjadi fluktuasi jumlah testing masih terjadi. Hal ini dipengaruhi berbagai hal, seperti kondisi libur, jumlah dan kapasitas laboratorium, SDM tenaga kesehatan, ketersediaan reagen dan juga kondisi geografis Indonesia.

“Hal-hal ini tentunya menjadi evaluasi bersama khususnya bagi pemerintah daerah,” kata Prof Wiku sebelumnya.

Selain itu perlu adanya pemeriksaan terkait kesesuaian jenis reagen dengan alat testing yang digunakan. Pemerintah daerah juga diminta untuk menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak mau, atau menolak dites.

“Dan masyarakat harus benar-benar mau menjalankan protokol kesehatan 3M secara disiplin,” tegasnya.

Angka positivity rate nasional hari ini, Minggu (14/2), yakni 18,2 persen. Sedangkan angka positivity harian yaitu jumlah positif kumulatif dibagi jumlah orang yang dites lalu dikali 100 yakni 27 persen. Sedangkan kasus aktif atau jumlah orang yang sakit turun 2.719 kasus.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Credit: Source link

Related Articles