Harga Beras Naik, Pasar Murah Diserbu Warga

Warga membeli sembako di Pasar Murah yang digelar Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Jembrana di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jumat (23/2). (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Masih tingginya harga beras dan sejumlah bahan pokok lainnya di sejumlah pasar tradisional di Jembrana, disikapi dengan digelarnya Pasar Murah oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Jembrana di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jumat (23/2). Alhasil, pasar murah ini pun diserbu warga.

Paket sembako dari Bulog Wilayah Jembrana, berupa beras, minyak dan gula paling laris dibeli warga.
Paket sembako, yang terdiri dari 10 kilogram beras SPHP (Stabilitas Pasokan Harga Pangan), gula premium 1 kilogram dan 1 liter minyak goreng dijual seharga Rp 138 ribu.

Harga ini jauh lebih murah dan terjangkau dibandingkan eceran di pasar khusunya beras. Di pasaran harga eceran beras medium berkisar Rp 15.000 hingga Rp 17.000 per kilogram.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata, mengatakan pasar murah ini digelar menjelang hari Raya Galungan sebanyak tiga kali di lokasi berbeda.

Selain di Gedung Kesenian Ir Soekarno, pasar murah juga digelar di Pekutatan pada Kamis (22/2) dan terakhir dibuka di Baler Bale Agung, Kecamatan Negara pada Senin (26/2) nanti. “Untuk sembako bekerjasama dengan Bulog Jembrana. Selain itu juga ada beberapa bahan kebutuhan lain, seperti buah dan lain-lain,” terang Adinata.

Upaya ini merupakan salah satu untuk menstabilkan harga beras. Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 2 ton dengan harga kemasan 5 kilogram Rp 53 ribu. Selanjutnya minyak goreng, 120 liter (Rp 15.500 per liter) dan gula pasir 80 kilogram dengan harga Rp 16.500 per kilogram. (Surya Dharma/balipost)

Credit: Source link