Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Harga dan kesiapan infrastruktur jadi tantangan adopsi EV di Indonesia
    Automotive

    Harga dan kesiapan infrastruktur jadi tantangan adopsi EV di Indonesia

    August 31, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Harga dan kesiapan infrastruktur jadi tantangan adopsi EV di Indonesia 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ida Nuryatin Finahari, mengungkapkan sejumlah tantangan dalam percepatan adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.

    Beberapa di antaranya adalah harga kendaraan listrik yang cenderung mahal hingga kesiapan infrastruktur pendukung ekosistem EV seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

    “Ketika bicara kendaraan listrik, tentunya tantangan utama adalah harga mobil listrik yang masih tinggi, jika kita bandingkan dengan mobil konvensional. Harga mobil listrik masih tinggi dan komponen utamanya adalah baterai, di mana baterai ini juga masih impor,” kata Ida dalam jumpa media secara daring, Selasa.

    Bicara soal baterai, Ida mengatakan diperlukan kerja sama antarpihak untuk memproduksi baterai di dalam negeri. Ia menyebutkan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution yang membentuk perusahaan patungan atau joint venture di Indonesia sebagai upaya dalam memproduksi sel baterai dari mobil listrik bertenaga baterai.

    “Langkah seperti inilah yang harus dilakukan oleh kita semua, sehingga nantinya implementasi kendaraan listrik ini bisa masif dilaksanakan,” kata dia.

    Lebih lanjut, Ida mengatakan, pemerintah menargetkan sebanyak 2,2 juta mobil listrik mengaspal di Indonesia pada tahun 2030. Target tersebut perlu diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pendukung seperti SPKLU dan SPBKLU yang ditargetkan tersedia sebanyak sekira 31 ribu titik.

    Di tahun 2021, pemerintah menargetkan sebanyak 572 unit pengisian daya, namun baru ada 166 titik yang terbangun di tahun ini. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong para badan usaha yang bergerak di bidang ini untuk bekerja sama membangun SPKLU dan SPBKLU di Indonesia.

    “Target charging station, misalnya, di tahun 2021 kita ada target 572 unit. Sekarang ini yang terbangun sekitar 166 unit. Padahal, kita punya target yang luar biasa utk kendaraan listrik di tahun 2030 dengan 2,2 juta EV roda empat dan stasiun pengisian dayanya sekitar 31 ribu. Sementara, sekarang ini yang terpasang belum ada 200 unit,” papar Ida.

    “Peluang bisnisnya (pembangunan SPKLU dan SPBKLU) masih terbuka lebar untuk para badan usaha,” ujarnya menambahkan.

    Saat disinggung mengenai seberapa optimistis pemerintah akan akselerasi kendaraan listrik di Indonesia, Ida menjawab, pihaknya percaya bahwa segala hal yang ditargetkan dapat terwujud. Terlebih dengan adanya regulasi mulai dari Peraturan Presiden hingga Peraturan Menteri ESDM.

    “Kita harus optimis karena tidak hanya Indonesia, semua negara juga mengarah kepada kendaraan listrik ini, dan (ekosistemnya) mulai terbangun,” kata Ida.

    “Menurut saya, 166 (stasiun daya) yang sudah terbangun pun luar biasa di tengah kondisi yang sebenarnya kita butuh waktu untuk menyiapkan ini. Ini adalah salah satu upaya yang seharusnya bisa mempercepat perkembangan kendaraan listrik termasuk di dalamnya stasiun pengisian daya, dan mudah-mudahan nanti mungkin akan terlihat secara masif di tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.

    Baca juga: Mazda ungkap mobil listrik pertamanya, tersedia tahun ini

    Baca juga: EU-Asean Business Council dorong percepatan transisi energi di ASEAN

    Baca juga: Tesla masih rajai penjualan EV global, Hyundai keenam

    Baca juga: GM kembali “recall” Chevrolet Bolt EV karena risiko kebakaran

    Pewarta: A087
    Editor: Alviansyah Pasaribu
    Copyright © ANTARA 2021

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTinjau Vaksinasi Pelajar, Jokowi Ingatkan Tetap Disiplin Pakai Masker
    Next Article Jeep hadirkan Wrangler dan Gladiator di Indonesia
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.