Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Ilmuwan Konfirmasi Keberadaan Varian Covid-19 Baru
    News

    Ilmuwan Konfirmasi Keberadaan Varian Covid-19 Baru

    March 13, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ilmuwan Konfirmasi Keberadaan Varian Covid-19 Baru 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ilmuwan Konfirmasi Keberadaan Varian Covid-19 Baru 2
    Ilustrasi – Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Keberadaan varian COVID-19 baru yang menggabungkan mutasi dari varian Omicron dan Delta untuk pertama kalinya telah dikonfirmasi para ilmuwan. Sejumlah kasus dilaporkan ada di Eropa dan AS.

    Live Science, mengutip makalah yang diunggah di medRxiv, melaporkan bahwa varian hibrida baru, yang secara tidak resmi dijuluki “Deltacron”, dikonfirmasi melalui pengurutan genom yang dilakukan oleh para ilmuwan di IHU Méditerranée Infection di Marseille, Prancis. Varian ini telah terdeteksi di beberapa wilayah Prancis.

    Kasus juga ditemukan di Denmark dan Belanda, menurut database internasional GISAID. Secara terpisah, dua kasus telah diidentifikasi di AS oleh perusahaan riset genetika yang berbasis di California, Helix, menurut Reuters, dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (13/3).

    The Guardian juga melaporkan, sekitar 30 kasus telah di identifikasi di Inggris. Varian hibrida muncul melalui proses yang disebut rekombinasi–ketika dua varian virus menginfeksi pasien secara bersamaan, bertukar materi genetik untuk menciptakan varian baru.

    Para ilmuwan mengatakan bahwa “tulang punggung” varian Deltacron berasal dari varian Delta, sedangkan protein lonjakannya–yang memungkinkan virus memasuki sel inang – berasal dari Omicron, menurut Live Science berdasarkan makalah medRxiv.

    “Kami telah mengetahui bahwa peristiwa rekombinan dapat terjadi, pada manusia atau hewan, dengan berbagai varian #SARSCoV2 yang beredar,” tulis Dr. Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam tweet pada Selasa (8 Maret). (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleCabutnya SoftBank Bisa Buat APBN Nombok, Indonesia Perlu Cari Gantinya
    Next Article Kasus COVID-19 Harian Nasional Makin Turun
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.