Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Indonesia Bidik Potensi Perdagangan Emisi Karbon lewat Restorasi Terumbu Karang
    News

    Indonesia Bidik Potensi Perdagangan Emisi Karbon lewat Restorasi Terumbu Karang

    October 8, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Indonesia Bidik Potensi Perdagangan Emisi Karbon lewat Restorasi Terumbu Karang 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Indonesia Bidik Potensi Perdagangan Emisi Karbon lewat Restorasi Terumbu Karang 2
    Luhut Pandjaitan. (BP/Antara)

    JAKARTA, BALIPOST.com -Indonesia mulai membidik potensi perdagangan emisi karbon antarnegara atau dikenal sebagai carbon credit. Sebab memiliki 75-80 persen carbon credit dunia dari hutan, mangrove, gambut, rumput laut hingga terumbu karang.

    Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pemerintah akan mencanangkan program penanaman kembali (replanting) 600 ribu hektare lahan mangrove dalam tiga tahun ke depan. “Kita punya mangrove yang rusak lebih kurang hampir 1 juta hektare. Target kita dalam tiga tahun ke depan kita akan coba lebih dari 600 ribu hektare kita akan lakukan program ini,” katanya dalam peluncuran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya melalui Restorasi Terumbu Karang secara virtual, Rabu (7/10) dikutip dari Kantor Berita Antara.

    Menurut Luhut, penanaman kembali lahan mangrove akan memberikan dampak luas carbon credit. Indonesia sendiri, lanjut Luhut, merupakan negara yang menghasilkan banyak emisi karbon.

    Potensi tersebut dinilai perlu didorong lagi di masa mendatang. Saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah menyusun format agar Indonesia bisa “menjual” potensi tersebut dan menambah pemasukan negara.

    Pasar atau perdagangan karbon merupakan istilah untuk aktivitas penyaluran dana dari negara penghasil emisi karbon kepada negara dengan potensi sumber daya alam yang mampu menyerap emisi karbon secara alami. Dengan mekanisme tersebut, perusahaan atau pabrik yang mengeluarkan emisi yang akan membeli carbon credit.

    Sebagai contoh, pabrik yang mengeluarkan CO2 dapat membeli carbon credit dari petani yang menanam pohon. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHUT ke-24, XL Hadirkan Rangkaian Layanan Inovatif
    Next Article Cukup Dua Hari, Ada 5 Cara Ketahui Pria Serius Komitmen Atau Tidak
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.