Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Indonesia Butuh Peringatan Dini Tsunami yang Andal
    News

    Indonesia Butuh Peringatan Dini Tsunami yang Andal

    December 9, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Indonesia Butuh Peringatan Dini Tsunami yang Andal

    Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo saat membuga Focus Group Discussion peringatan dini tsunami di Jakarta, Senin (9/12/2019).

    Jakarta, jurnas.com – Indonesia merupakan wilayah dengan ancaman bencana gempa bumi dan tsunami dengan intensitas yang cukup tinggi.

    “Peringatan dini tsunami yang andal sangat dibutuhkan karena Indonesia memiliki banyak infrastruktur transportasi yang berlokasi di daerah pesisir,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balutbanghub) Sugihardjo dalam sambutan membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Early Warning System (Sistem Peringatan Dini) Dalam Rangka Mendukung Keselamatan Penyelenggaraan Transportasi,” di Jakarta, Senin (9/12/2019).

    Menurut Sugihardjo, dalam membangun infrastruktur transportasi seperti pelabuhan maupun bandara, harus juga mengelola risiko bencana pesisir terutama tsunami.

    Operator atau pengelola dermaga, pelabuhan, serta fasilitas lainnya agar menyadari bahwa terdapat tanggung jawab besar yang dimiliki oleh para operator untuk menerima informasi peringatan bencana dan melakukan evakuasi dengan benar.

    Selain itu, perlu suatu upaya untuk memperdayakan masyarakat untuk ketangguhan dalam menghadapi bencana.

    Baca juga.. :

    • Juara Liga I, Gubernur Koster Siapkan Bonus dan Penyambutan Bali United
    • Wartawan Nilai Humas MPR Telah Jalin Hubungan dengan Media Secara Massif dan Kompak
    • Konsolidasi Jatim, PDIP Bawa Gus Nabil

    Berdasarkan fakta bahwa hampir 96% yang menyelamatkan masyarakat dari bencana adalah masyarakat itu sendiri.

    “Perlu melibatkan semua unsur dalam menangani bencana atau pethahelix yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media dalam hal mitigasi bencana,” kata Sugihardjo yang juga merangkap sebagai Plt. Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan ini.

    Sugihardjo menyampaikan, peta wilayah berdampak tsunami di Indonesia berada pada 26 provinsi, 249 kota, 59.531,69 km garis pantai. Sedikitnya 3.702.702 jiwa penduduk tinggal di zona rawan tsunami. Kerugian  fisik yang ditimbulkan sekitar 71. 494.821 miliar dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan sekitar 7.976. 358 miliar. Sedangkan luas resiko terdampak sekitar 399.498 ha yang terbentang dari pantai Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua.

    “Indonesia juga merupakan satu dari lima negara di Asia dengan jumlah penduduk paling banyak tinggal di pesisir yang rentan bencana alam, baik oleh peningkatan muka air laut karena perubahan iklim, banjir, maupun tsunami,” ujar Sugihardjo, mengutip hasil riset oleh Barbara Neumann di jurnal PLOS One tahun 2015.

    Sebagai tindaklanjut penanganan dalam rangka memberikan peringatan dini melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merencanakan akan memasang peralatan untuk mendeteksi tsunami di beberapa titik untuk memberikan peringatan dini akan datangnya bahaya gempa dan tsunami, seperti: Warning Receiving System (WRS), Intensitimeter, Accelerograph Seismograph, Earthquake Early Warning System (EEWS) pada pada obyek obyek penting sepeti bandara dan pelabuhan yang berada di daerah rawan gempa.

    Sugihardjo berpesan, dalam rangka mendukung mitigasi tsunami perlu dilakukan evaluasi kembali mengingat besarnya risiko. Berdasarkan pemodelan yang telah dilakukan oleh BPPT, gempa dari zona megathrust di selatan Jawa berpotensi memicu tsunami dengan ketinggian 10-15 meter di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta dengan waktu tiba tsunami diperkirakan 30-35 menit setelah gempa bumi.

    Hadir pada kesempatan tersebut Kapuslitbang LSDP Balitbanghub Sahattua P Simatupang, Sekretaris Itjen Kemenhub Imran Rasyid, dan para pejabat terkait lainnya.

    TAGS : Balitbanghub tsunami

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/63671/Indonesia-Butuh-Peringatan-Dini-Tsunami-yang-Andal/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleArab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Perempuan dan Laki-laki di Restoran
    Next Article Tempo Diminta Bayar Rp100 Miliar, Pengamat: Gugatan Kementan Tak Terkait Amran
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.