Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Indonesia Siap Menjadi Pusat Penangkapan dan Penyimpanan Karbon Dunia
    News

    Indonesia Siap Menjadi Pusat Penangkapan dan Penyimpanan Karbon Dunia

    September 13, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Indonesia Siap Menjadi Pusat Penangkapan dan Penyimpanan Karbon Dunia 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Indonesia Siap Menjadi Pusat Penangkapan dan Penyimpanan Karbon Dunia 2
    Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam penutupan International and Indonesia Carbon Capture Storage (IICCS) Forum 2023 di Jakarta, Selasa (12/9/2023). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Indonesia siap jadi pusat penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture storage) dunia dan siap mendukung implementasinya lewat kebijakan terkait.

    “Saat ini kita sedang menghadapi perubahan iklim, hal ini juga dapat mendukung bagaimana kita menangkap CO2 dan menyuntikkannya ke alam. Teknologi ini sudah ada sejak puluhan tahun sehingga Indonesia bisa menjadi pusat penangkapan karbon karena kita punya 400 giga ton tempat penyimpanan penangkapan karbon. Jadi saya ingin melihat tindak lanjutnya,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan di Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (13/9).

    Luhut menyampaikan hal tersebut saat menutup International and Indonesia Carbon Capture Storage (IICCS) Forum 2023 di mana ia menilai pengembangan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) memiliki peluang bisnis di masa depan.

    Luhut juga melihat bahwa industri yang menggunakan energi secara masif siap tumbuh menjadi industri berkelanjutan dan menjadi salah satu pemangku kepentingan implementasi CCS.

    Sementara itu, dari aspek keuangan dan bisnis dengan jelas menunjukkan bahwa CCS berpotensi untuk menarik investasi besar di masa depan.

    “Peraturan apa pun yang perlu kami tetapkan, akan kami tetapkan. Saya ingin peraturan ini bisa segera ditetapkan bulan ini, jadi kita perlu bekerja sama untuk mewujudkan, serta menindak lanjuti hal ini karena tidak banyak orang yang mengetahui tentang Blitar Reservoir dan saline aquifer. Tidak banyak orang yang mengetahui hal ini padahal ini sangat berpotensi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dan strategis dalam bidang ini,” ujar Luhut.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan aturan terkait pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon agar Indonesia dapat menyediakan layanan penyimpanan karbon dioksida atau CO2 dari berbagai negara.

    Langkah pertama yang disiapkan oleh pemerintah, kata Tutuka, adalah menyiapkan peraturan presiden sebagai payung utama dalam menjalankan bisnis teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS). “Nanti rincian ada di peraturan menteri turunannya yang perlu dibentuk,” kata Tutuka.

    Setelah perpres terkait impor karbon dioksida tersebut rampung, lanjut Tutuka, mekanisme bisnis dapat dibicarakan antar perusahaan yang terlibat.

    Berdasarkan studi Lemigas Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi kapasitas penyimpanan karbon sekitar 2 giga ton CO2 untuk reservoir migas yang telah habis, serta sekitar 10 giga ton CO2 untuk reservoir air bersalinitas tinggi.

    Teknologi Carbon Capture and Storage/Capture Carbon Utilization and Storage (CCS/CCUS) merupakan teknologi untuk penangkapan dan penyimpanan karbon sebagai alah satu solusi untuk menangani perubahan iklim global akibat emisi gas rumah kaca.

    Metode CCS dilakukan dengan cara menginjeksikan CO2 ke dalam tanah, sekitar 20 kali ketinggian Monas, agar bisa larut dalam lapisan air dan berikatan secara kimia di permukaan batuan tanah sehingga tersimpan secara permanen. (Kmb/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePolisi Periksa Lima Saksi Terkait Laporan Penganiayaan Kader PDIP
    Next Article Masyarakat Dapat Ikuti Uji Coba KA Cepat Jakarta – Bandung Mulai Oktober 2023
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak (Ilustrasi/AI)

    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

    May 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.