Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Ini Syarat OTG Covid-19 Bisa ‘Nginap’ di Hotel untuk Isolasi Mandiri
    News

    Ini Syarat OTG Covid-19 Bisa ‘Nginap’ di Hotel untuk Isolasi Mandiri

    September 26, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ini Syarat OTG Covid-19 Bisa 'Nginap' di Hotel untuk Isolasi Mandiri 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Dalam rangka pengendalian Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan salah satu arahannya agar menambah tempat isolasi bagi pasien tanpa gejala ataupun bergejala ringan. Itu dilakukan agar mereka tidak melakukan isolasi mandiri di rumah.

    Menindalanjuti arahan Presiden tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio mengatakan, pihaknya dan industri perhotelan akan menyiapkan akomodasi bagi masyarakat yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) dan tenaga kesehatan. Fasilitas isolasi di hotel ini disiapkan untuk menambah kapasitas Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

    Kemenparekraf akan menyiapkan dan menanggung biaya akomodasi berupa hotel sekelas atau setara bintang tiga, termasuk konsumsi serta layanan binatu tiap harinya. Sementara itu, Kemenkes akan menangani keperluan medis seperti biaya obat, ambulans, kunjungan dokter, dan tes SWAB ulang jika diperlukan.

    “Pemilihan hotel yang kami siapkan berdasarkan masukan dari PHRI. Selain usulan PHRI tersebut, bagi hotel yang sudah siap silakan kirim pengajuan ke Menparekraf/Baparekraf untuk selanjutnya ditinjau oleh Kemenkes‎,” ujar Whisnutama dalam keterangannya, Sabtu (26/9).

    Selain itu, Kemenparekraf bersama Kemenkes juga akan menyusun Standard Operating Procedures (SOP). SOP akan mengatur tata cara masyarakat yang positif terinfeksi Covid-19 namun tanpa gejala bisa isolasi di hotel-hotel yang sudah ditunjuk.

    “Jumlah fasilitas yang disiapkan saat ini dapat menampung 14.000 pasien tanpa gejala dalam waktu 10 hari karantina dan juga tenaga kesehatan,” katanya.

    Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya, juga menjelaskan bahwa Kemenparekraf membuka kesempatan bagi hotel-hotel lain yang ingin berpartisipasi bersama pemerintah untuk ikut menekan penyebaran Covid-19.

    Hotel yang nantinya dijadikan tempat isolasi mandiri untuk sementara waktu tidak diperkenankan untuk menerima tamu. “Syarat untuk hotel yang menjadi mitra yaitu tidak boleh menerima tamu lain kecuali pasien OTG,” terang Nia Niscaya.

    Dalam kesempatan yang sama, dr. Iwan Trihapsoro, Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Krisis Kesehatan yang ditunjuk sebagai PIC Kemenkes untuk program ini mengatakan bahwa setiap orang yang positif Covid-19 namun tanpa gejala bisa langsung datang ke hotel dengan membawa KTP/kartu keluarga dan hasil swab positif. Namun sebelumnya, masyarakat yang akan menggunakan fasilitas isolasi mandiri ini diharuskan untuk meminta rujukan ke Puskesmas terlebih dahulu.

    “Alur pasien adalah membawa hasil swab positif, check-in hotel, diisolasi selama 10 hari. Selama di hotel, akan ada visit dokter dan dilaksanakan pendataan dengan cut off time yang akan ditentukan. Dalam masa isolasi tersebut, pasien tidak diperbolehkan meninggalkan hotel dan menerima tamu,” kata dr. Iwan.

    Dalam program ini, baik Kemenparekraf maupun Kemenkes merasa perlu diadakan pelatihan untuk karyawan hotel. Sehingga para karyawan hotel bisa waspada karena orang yang masuk ke hotel berpotensi menularkan virus.

    Program Reaktivasi Industri Perhotelan Melalui Pendukungan Akomodasi Untuk Isolasi Mandiri Masyarakat Berstatus OTG dan Untuk tenaga kesehatan ini akan difokuskan terlebih dahulu di Jakarta. Kemudian, menyusul beberapa provinsi lain di Indonesia hingga Desember 2020.

    Dengan dukungan tambahan hotel sebagai akomodasi isolasi mandiri ini, ke depannya pasien tanpa gejala dan dengan gejala ringan diharapkan tidak melakukan isolasi mandiri di rumah. Sehingga tidak menularkan kepada keluarga maupun orang sekitar.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Gunawan Wibisono


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMenteri Airlangga Imbau Pilkada Jadi Momentum Tangani Korona di Daerah
    Next Article Diprediksi, Ini Penyumbang Terbanyak Pengangguran di Bali
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.