Ini Titik Klimaks Perpecahan Qatar dengan Delapan Negara Lainnya

Ini Titik Klimaks Perpecahan Qatar dengan Delapan Negara Lainnya
Ini Titik Klimaks Perpecahan Qatar dengan Delapan Negara Lainnya

Negara teluk (Foto: Teheran Time)

Jeddah – Krisis diplomatik untuk kali pertamnya meletus dalam skala yang besar di Teluk dan menjalar ke negara lainnya pada Senin (5/6). Delapan pemerintah secara dramatis memutuskan hubungan dengan Qatar atas tudingan mendukung kelompok ekstremis.

Setelah Arab Saudi, Bahrain, Mesir, UEA dan negara-negara lain mengumumkan akan menarik staf diplomatik dari Qatar warga Qatar terlihat “panic buying” (Aktifitas konsumen membeli barang karena khawatir kehabisan) dan sejumlah rak supermarket kosong 

Kebijakan tersebut melingkupi menutupan perbatasan darat dan udara dan laut. Serta menutup semua jaringan transportasi dengan Qatar, Arab Saudi, UEA. Sementara Bahrain memberi peringatan pengunjung dan warga Qatar dua bulang kedepan meninggalkan negaranya.

Dalam sebuah pernyataan Saudi Press Agency (SPA), Arab Saudi akan menarik pasukan Qatar dari perang yang sedang berlangsung di Yaman. Qatar adalah bagian dari Koalisi Arab yang mendukung pemerintah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang diakui PBB dalam perangnya dengan Huthi yang didukung Iran dan sekutunya.

SPA mengatakan, Negeri Minyak mengambil “tindakan penting ini imbas pelanggaran serius oleh pihak berwenang di Doha, secara pribadi dan publik, selama beberapa tahun terakhir mendorong perbedaan pendapat dan sektarianisme di Kerajaan Inggris.”

Riyadh menuduh Qatar “mendukung kelompok teroris di provinsi Qatif, Arab Saudi, dan di Kerajaan Bahrain. Ia juga melakukan pembiayaan hingga pengadopsian para ekstremis yang berusaha mencapai stabilitas dan kesatuan bangsa di dalam dan luar negeri.”

Ini secara spesifik menyebutkan dukungan Qatar terhadap ekstremis Ikhwanul Muslimin dan Daesh. Riyadh juga menuduh media Qatar mencoba merongrong koalisi pimpinan-Saudi dalam perjuangannya melawan Huthi yang didukung Iran di Yaman.

Mesir menuduh Qatar mendukung organisasi “teroris”, termasuk Ikhwanul Muslimin, menurut kantor berita negara Mesir. UEA memberi diplomat 48 jam untuk warga Qatar meninggalkan negara tersebut, dengan alasan Qatari “mendukung, mendanai, dan merangkul organisasi teroris, ekstremis dan sektarian,” menurut kantor berita negara WAM.

Empat pemerintah lainnya juga memutuskan hubungan dengan Qatar, yaitu pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, pemerintah timur Libya, Maladewa dan Mauritius.

Qatar pada Senin (5/6) mengkritik keputusan lantaran tudingan-tudingan tersebut “tidak dapat dibenarkan” dan lebih cenderung menempatkan Doha di bawah `tekanan` politik.

Kebijakan tersebut, berdampak langsung pada ekonomi Qatar, sebab beberapa perusahaan penerbangan menyatakan penghentian semua penerbangan Qatar-bound. Di antaranya Saudi Arabian Airlines, yang dikenal sebagai Saudia, dan UEA, Emirates, Etihad, Flydubai dan Air Arabia. Qatar Airways juga mengatakan di situs resminya, pihaknya telah menghentikan semua penerbangan ke Arab Saudi.

Ketegangan diplomatik sudah mencapai titik klimaks setelah Qatar menuduh pada akhir Mei, peretas mengambil alih lokasi kantor berita yang dikelola negara dan menerbitkan komentar palsu yang dibuat oleh emir yang berkuasa mengenai Iran dan topik sensitif lainnya.Tetangga Teluk Arab menanggapi dengan memblokir media berbasis Qatar, termasuk jaringan berita satelit Doha Al-Jazeera.

TAGS : Qatar Arab Saudi Bahrain UEA Mesir

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/17167/Ini-Titik-Klimaks-Perpecahan-Qatar-dengan-Delapan-Negara-Lainnya-/

Related Articles