Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Irak Kirim Delegasi ke Rusia, China dan Ukraina Bahas Pertahanan
    News

    Irak Kirim Delegasi ke Rusia, China dan Ukraina Bahas Pertahanan

    January 21, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Irak Kirim Delegasi ke Rusia, China dan Ukraina Bahas Pertahanan

    Sistem pertahanan udara S-400 (Foto: Sergey Pivovarov / Sputnik)

    Baghdad, Jurnas.com – Anggota parlemen Irak mengatakan, pemerintah Baghdad akan mengirim delegasi ke Rusia, China dan Ukraina untuk membahas pengadaan sistem rudal pertahanan udara modern.

    “Delegasi berniat mengunjungi negara-negara seperti Rusia, China dan Ukraina untuk menegosiasikan pembelian sistem modern untuk melindungi wilayah udara Irak,” kata anggota Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen, Badr al-Ziyadi kepada surat kabar Arab al-Sabaah.

    “Parlemen Irak sekarang membentuk eksekutif bersama dan delegasi legislatif untuk mengunjungi negara-negara maju dan menandatangani kontrak untuk pengadaan senjata canggih,” sambungnya

    Ziyadi lebih lanjut mencatat, anggota parlemen Irak sedang mencari senjata dengan imbalan pengiriman minyak Irak, mirip dengan perjanjian minyak untuk rekonstruksi yang ditandatangani dengan China baru-baru ini.

    “Banyak negara telah mengindikasikan kesiapan mereka untuk mengirim senjata modern ke Irak dengan imbalan minyak. Ini adalah cara terbaik untuk memastikan pengiriman senjata baik ke Irak tanpa korupsi dan penyuapan,” kata anggota parlemen itu.

    Baca juga.. :

    • Ekspor Produk Olahan Plastik Iran USD1,4 Miliar
    • Ikuti AS, Honduras Deklarasikan Hizbullah Organisasi Teroris
    • Trump Meminta Senat Tolak Pemakzulannya

    Ziyadi juga mengatakan, delegasi akan mengadakan pembicaraan mengenai penyelesaian pemasangan perangkat pencitraan termal modern di perbatasan, yang akan membantu mendeteksi dan mencegah infiltrasi teroris.

    “Persenjataan pasukan perbatasan yang tidak memadai dengan senjata modern adalah hasil dari kesalahan dalam mengandalkan perjanjian dengan Amerika Serikat yang menghabiskan banyak uang dan tidak pernah sepenuhnya menyelesaikan proyek),” katanya.

    “Inilah sebabnya orang Irak harus mengandalkan diri mereka sendiri dan beralih ke blok timur untuk memperlengkapi pasukannya,” sambungnya.

    Pada 16 Januari, Ali al-Ghanmi, anggota Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen, menepis ancaman AS untuk menjatuhkan sanksi pada Baghdad atas pengadaan sistem pertahanan rudal S-400 canggih buatan Rusia.

    “Sanksi AS terhadap Irak membutuhkan persetujuan dari badan pembuat keputusan di negara itu,” kata Ali al-Ghanmi dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Baghdad Today berbahasa Arab.

    Ia menegaskan bahwa langkah-langkah hukuman AS atas sistem rudal S-400 Rusia akan menjadi sanksi formal, yang tidak akan benar-benar terwujud dan akan gagal mencapai tujuannya.

    “Menurut Konstitusi, Irak bebas mempersenjatai diri, memiliki perangkat keras militer dan membeli sistem apa pun yang dianggapnya sesuai dengan keadaan. Impor sistem rudal S-400 membutuhkan pengawasan Rusia dan pelatihan personel militer Irak,” kata Ghanmi.

    Gedung Putih memperingatkan Irak tentang konsekuensi perluasan kerja sama militer dengan Rusia, dan melakukan kesepakatan untuk membeli persenjataan canggih, khususnya sistem rudal S-400.

    Mantan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert mengatakan, Washington sudah menghubungi banyak negara, termasuk Irak, untuk menyampaikan pentingnya Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi Sanksi (CAATSA) dan konsekuensi yang akan timbul.

    Pada 2 Agustus 2017, Presiden AS, Donald Trump menandatangani undang-undang CAATSA yang menjatuhkan sanksi terhadap Iran, Korea Utara dan Rusia.

    TAGS : Pertahanan Udara Senjata Modern Amerika Serikat Donald Trump Badr al-Ziyadi Pertahanan Irak

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/66047/Irak-Kirim-Delegasi-ke-Rusia-China-dan-Ukraina-Bahas-Pertahanan/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleEdhy Prabowo Resmi Punya 13 Penasehat Menteri, Apa Kerjanya?
    Next Article 4 Cara Menghapus Riwayat Pencarian Google di Android
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial
    • Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.