Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Iran Kecam Rencana AS Labeli Ikhwanul Muslimin sebagai Teroris
    News

    Iran Kecam Rencana AS Labeli Ikhwanul Muslimin sebagai Teroris

    May 1, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Iran Kecam Rencana AS Labeli Ikhwanul Muslimin sebagai Teroris

    Presiden Iran, Hasan Rouhanu dan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif (Vahid Salemi/AP).

    Doha, Jurnas.com – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengkritik rencana Amerika Serikat (AS) untuk melabeli Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

    “AS tidak dalam posisi untuk (..) mulai menyebut orang lain sebagai organisasi teror dan kami menolak segala upaya AS dalam hal ini,” katanya kepada wartawan di sela konferensi di Doha pada Rabu (1/5).



    “AS mendukung teroris terbesar di kawasan itu, yaitu Israel,” sambungnya, dilansir dari Al Jazeera.

    Presiden Donald Trump berusaha membuatkan kebijakan untuk menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing, Gedung Putih mengatakan pada Selasa (30/4), yang akan mengarah pada sanksi terhadap G-30-S.

    Baca juga :

    • AS Dukung Penuh Kudeta Venezuela
    • Mesir Bui Seumur Hidup Tujuh anggota Ikhwanul Muslimin
    • Arab Saudi Siap Gantikan Posisi Iran Sebagai Pemasok Minyak Dunia

    “Presiden telah berkonsultasi dengan tim keamanan nasional dan para pemimpinnya di kawasan yang berbagi keprihatinannya, dan penunjukan ini sedang berjalan melalui proses internal,” kata sekretaris pers Gedung Putih Sarah Sanders lewat email.

    Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi telah mendesak Trump untuk mengambil langkah tersebut selama kunjungan 9 April ke Gedung Putih, New York Times melaporkan pada Selasa (30/4), mengutip para pejabat yang mengetahui masalah tersebut.

    Setelah pertemuan itu, Trump memuji Sisi sebagai “presiden besar,” ketika kelompok politisi AS yang bipartisan mengangkat kekhawatiran tentang catatan Sisi tentang hak asasi manusia.

    Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, Ikhwanul Muslim, atau Ikhwan al-Muslimin, menolak langkah yang direncanakan, dengan mengatakan: “Ikhwanul Muslimin akan tetap lebih kuat – melalui rahmat dan kekuatan Tuhan – daripada keputusan apa pun.”

    “Kami akan tetap … teguh dalam pekerjaan kami sesuai dengan pemikiran kami yang moderat dan damai dan apa yang kami yakini benar, untuk kerja sama yang jujur dan konstruktif untuk melayani masyarakat tempat kami tinggal, dan kemanusiaan sebagai satu kesatuan,” sambungnya.

    Didirikan di Mesir pada 1928, Ikhwan adalah salah satu gerakan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia. Ini berkuasa dalam pemilihan bebas modern pertama Mesir pada 2012. Setelah lama menjabat, Presiden Hosni Mubarak mengundurkan diri di tengah pemberontakan rakyat.

    Gerakan itu dinyatakan sebagai “kelompok teror” oleh Mesir pada 2013 setelah el-Sisi memimpin kudeta militer terhadap Mohamed Morsi, seorang anggota Ikhwan dan presiden pertama yang dipilih secara demokratis di negara itu.

    Kudeta itu menggerakkan tindakan keras terhadap organisasi itu. Ribuan anggota kelompok itu ditangkap, dan ratusan lainnya dihukum mati yang digambarkan kelompok-kelompok hak asasi manusia sebagai persidangan palsu.

    Dua sekutu terdekat Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, juga masuk daftar hitam kelompok itu tetapi beberapa kekuatan barat, termasuk Amerika Serikat, tidak, karena alasan hukum dan kebijakan.

    Namun sejak pemilihan Trump, pemerintah Sisi berulang kali mendesak AS memasukkan kelompok itu sebagai teroris. Kemudian Maret 2017, Kairo mengirim puluhan anggota parlemen, mantan diplomat dan pakar hukum internasional ke Washington untuk meyakinkan AS.

    The New York Times mengatakan, Menteri Luar Negeri, AS Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton mendukung gagasan itu.

    Namun, Pentagon, staf keamanan nasional, pengacara pemerintah dan pejabat diplomatik menyuarakan keberatan hukum dan kebijakan,dan telah berusaha keras menemukan langkah yang lebih terbatas yang akan memuaskan Gedung Putih.

    Departemen Luar Negeri AS sebelumnya telah menyarankan agar melarang gerakan karena “struktur yang longgar dan ikatan politik yang jauh di Timur Tengah”.

    TAGS : Ikhwanul Muslimin Kelompok Teroris Amerika Serikat Mesir

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/51945/Iran-Kecam-Rencana-AS-Labeli-Ikhwanul-Muslimin-sebagai-Teroris/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKanada Diminta Angkut Sampahnya dari Filipina
    Next Article Sayap Kiri India Tewaskan 15 Polisi di Negara Bagian Maharashtra
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.