Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Italia Tangguhkan Diskotik dan Berlakukan Penggunaan Masker pada Malam Hari
    International

    Italia Tangguhkan Diskotik dan Berlakukan Penggunaan Masker pada Malam Hari

    August 17, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Italia Tangguhkan Diskotik dan Berlakukan Penggunaan Masker pada Malam Hari 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Italia Tangguhkan Diskotik dan Berlakukan Penggunaan Masker pada Malam Hari 2
    Para perempuan berdansa di sebuah restoran luar ruangan di pantai, Fregene, dekat Roma, Italia pada 14 Agustus 2020. (BP/AFP)

    ROMA, BALIPOST.com – Dihadapkan dengan peningkatan kasus COVID-19, yang sebagian disebabkan oleh anak-anak muda yang kerap berpesta, Italia memerintahkan penutupan semua tempat dansa selama tiga minggu.

    Dalam SK yang ditandatangani Menteri Kesehatan, Roberto Speranza, pemerintah juga menyebutkan bahwa dari pukul 18.00 hingga 06.00 waktu setempat, pemakaian masker wajib dilakukan di tempat umum. Langkah baru, berlaku pada Senin (17/8) dan berakhir hingga 7 September.

    Dikutip dari AFP, kebijakan ini diambil setelah munculnya setelah perselisihan antara pemerintah pusat dan daerah mengenai sektor kehidupan malam. Industri ini mempekerjakan hampir 50.000 orang di 3.000 klub di seluruh negeri, menurut Serikat Operator Klub Malam (SILB).

    Keputusan itu bertepatan dengan akhir pekan “Ferragosto”, hari libur besar ketika kebanyakan orang Italia pergi ke pantai. Surat kabar Italia memuat gambar kerumunan pelancong muda yang berpesta di disko terbuka dalam beberapa hari terakhir. Otoritas kesehatan telah menyuarakan kekhawatiran atas kemungkinan penyebaran infeksi.

    Beberapa daerah, seperti Calabria di selatan, telah memerintahkan semua tempat dansa ditutup. Sementara yang lain seperti Sardinia tetap membukanya.

    Italia, negara pertama yang dilanda krisis virus corona di Eropa, telah mencatat hampir 254.000 kasus COVID-19. Lebih dari 35.000 orang meninggal akibat virus ini. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleArab Saudi Mulai Pembelajaran Jarak Jauh Akhir Agustus
    Next Article Hari Kedua, Prancis Laporkan Kasus COVID-19 Harian di Atas 3.000
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Israel bom Lebanon kembali menjadi perhatian dunia setelah serangan terbaru (Ilustrasi/AI)

    Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    July 9, 2026
    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal (Ilustrasi/AI)

    Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal

    June 17, 2026
    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?
    • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya
    • TradingView Makin Populer di Kalangan Trader: Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.