Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Jangan Dimonopoli, PKB Berhak Rayakan Satu Abad NU
    News

    Jangan Dimonopoli, PKB Berhak Rayakan Satu Abad NU

    February 1, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Jangan Dimonopoli, PKB Berhak Rayakan Satu Abad NU 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Said Aqil Siroj (SAS) Institute memberikan respons terkait Ketua PBNU Ishfah Abidal Aziz yang keberatan karena DPP PKB menyanyikan Mars Satu Abad NU dan mencantumkan logo Satu Abad NU.

    Sekretaris Eksekutif SAS Institute, Abi Rekso berpandangan bahwa NU merupakan organisasi bangsa yang telah berdiaspora pada lintas partai.

    “PKB berhak turut merayakan Satu Abad NU, tidak boleh ada monopoli seperti itu. Kan PBNU bukan event organizer. Ini organisasi umat dan bangsa jadi pikiran dan hati kita harus besar,” ujar Abi Rekso dalam keterangan tertulisnya kepad JawaPos.com, Rabu (1/2).

    Abi Rekso juga menuturkan, protes itu justru memperlihatkan friksi di antara kader NU. Padahal, jika PDI-P, Golkar dan PPP sekalipun ingin merayakan Satu Abad Nahdlatul Ulama justru menunjukan kelas NU.

    “Tidak ada yang numpang-numpang di NU. Karena PBNU bukan terminal angkot yang membuka loket dan menjual karcis. Semua mencari berkah dan karomah para kiai dan ulama. Ini rumah umat, pondasi bangsa, sendi negara. Musuh kita adalah kemiskinan, kebodohan dan ketamakan,” tegas Abi Rekso.

    Sebelumnya, PKB menggelar Sarasehan Satu Abad NU yang digelar PKB, Senin (30/1)  Acara tersebut bukan saja dihadiri kader PKB, namun juga warga dan keluarga besar NU secara umum. Juga terlihat mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. Dalam acara tersebut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengingatkan kembali dua fatwa atau warisan pendiri NU.

    Pertama dari KH Hasyim Asyari yang mengatakan “Siapa pun yang Berjuang dan Memperjuangkan NU, Maka Otomatis Menjadi Santriku”. Kemudian, dari KH Syamsuri yang mengatakan “Seluruh Hidupku, Aku Berjuang untuk NU”.

    Acara refleksi ini juga melibatkan para budayawan, akademisi dan praktisi dalam melihat dimensi perjuangan warga NU di masa depan.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIdap OCD, Aliando Syarief Ternyata Masih Melakukan Treatment
    Next Article Rian Ernest Gabung Golkar, Ridwan Kamil Sambut Positif
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.