Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Jateng Provinsi Termiskin Adalah Narasi Menyesatkan!
    News

    Jateng Provinsi Termiskin Adalah Narasi Menyesatkan!

    March 30, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Jateng Provinsi Termiskin Adalah Narasi Menyesatkan! 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Adhi Wiriana menegaskan Jawa Tengah bukanlah provinsi termiskin di Pulau Jawa. Dia memastikan pemberitaan yang menyebut Jateng sebagai provinsi termiskin adalah hoax dan narasi yang menyesatkan.

    “Terkait pemberitaan hari ini yang menyatakan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) per kapita (sebagai acuan) Jateng menjadi daerah termiskin merupakan berita hoax,” ujar Adhi di Kantor BPS Jateng, Rabu (30/3).

    Dia menerangkan, PDRB per kapita atau pendapatan rata-rata penduduk Jateng pada 2021 adalah Rp 38,67 juta per tahun. Jika dirata-rata, jumlah tersebut melebihi dari upah minimum yang telah ditentukan Pemprov Jawa Tengah.

    “Tingkat pendapatan suatu daerah tidak linear dengan tingkat kemiskinan. Karena itu, PDRB disebut juga sebagai pendekatan kesejahteraan semu,” ucap dia

    Guna menentukan tingkat kemiskinan di Jateng, selama ini BPS Jawa Tengah menggunakan basic needs aproach atau pengeluaran masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok. Metode itu melihat komponen dari makanan dan non makanan, seperti nasi, telur, pakaian, listrik, transportasi dan sewa rumah.

    “Angka sekitar Rp 38 juta per tahun dari pendapatan per kapita itu betul. Dibagi 12 bulan hasilnya masih di atas UMP atau UMR. Kalau kita lihat perusahaan besar menumpuk di DKI Jakarta, Banten, Tangerang, dan Jabar. Ini mengakibatkan PDRB per kapita di sana tinggi. Tapi bukan berarti lebih kaya, karena yang menikmati kue pembangunan itu bisa jadi hanya 1.000 orang. Hanya mereka yang penghasilannya miliaran rupiah, sisanya kehidupannya rata-rata saja,” papar Adhi.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePemkab Jembrana Gelar Puncak Pujawali di Pura Alas Purwo
    Next Article Transformasi Digital Kunci Utama Kebangkitan Ekonomi Dunia
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung
    • Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi
    • Outfit Nonton Konser yang Stylish dan Cocok untuk Semua Genre

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.