Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Jenazah Korban Bencana Rawan Timbulkan Penyakit Infeksi
    News

    Jenazah Korban Bencana Rawan Timbulkan Penyakit Infeksi

    October 1, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jenazah Korban Bencana Rawan Timbulkan Penyakit Infeksi

    Kerusakan pemukiman warga di Sulawesi Tengah akibat gempa beberapa hari lalu

    Jakarta – Tiga hari pascaterjadinya gempa disertai tsunami yang melanda Donggala, Mamuju dan Palu, sudah lebih dari delapan ratus korban jiwa yang jenazahnya telah diketemukan.

    Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek menyatakan bahwa sebaiknya jenazah para korban yang berhasil diketemukan untuk dikumpulkan (dipusatkan) di rumah sakit, untuk nantinya dikuburkan secara massal.



    Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko pencemaran akibat timbulnya penyakit infeksi yang bisa ditimbulkan dari pembusukan jenazah para korban.

    “Jenazah-jenazah itu dikumpulkan di RS. Dalam hal ini kami minta agar cepat dikuburkan massal dengan maksud agar (pasien/masyarakat) tidak tercemar penyakit yang bisa menyebabkan infeksi (akibat pembusukan jenazah),” tutur Menkes Nila di halaman kantor Kemenkes, Jakarta (1/10).

    Baca juga :

    • AS Tawarkan Bantuan untuk Gempa Donggala dan Palu
    • Polisi Tindak Tegas Penjarahan di Sulteng
    • Bantuan Asing Tak Perlu Status Bencana Nasional

    Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, dr. Achmad Yurianto, kepada Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI menjelaskan bahwa jenazah mengalami pembusukan sejak satu jam pertama kematiannya.

    Pembusukan tercepat ada di bagian otak dan saluran pencernaan, karena seperti kita ketahui di dalam usus manusia tidak steril sehingga banyak mikroorganisme yang membentuk gas sehingga jenazah akan menggembung.

    Adapun risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan dari pembusukan jenazah adalah keberadaan kuman yang dicemarkan melalui cairan maupun gas, sehingga dapat menimbulkan penyakit.

    “Pembusukan yang cepat ini yang kita khawatikan. Selain itu, cairan pembusukan jenazah ini bisa mengalir ke mana-mana. Ini sangat berbahaya bagi pasien lain, oleh karena itu seharusnya dimakamkan. Pembusukan jenazah bisa menjadi lebih berbahaya pada korban yang mengalami luka terbuka,” ungkap dr. Yuri.

    Saat ini, proses pemakaman massal sudah dimulai dengan menetapkan lokasi penggalian dan mulai penguburan secara bertahap, karena jenazah masih terus berdatangan.

    Jenazah yang datang di rumah sakit terlebih dulu diidentifikasi oleh pihak kepolisian untuk mengentahui identitas korban. Jika pada korban tidak terdapat kartu tanda pengenal, maka jenazah akan difoto kemudian dilabeli.

    Foto korban ini untuk bisa diketahui identitasnya bila di kemudian hari ada keluarga atau kerabat yang mengenali. Sementara pelabelan digunakan untuk data pada lokasi pemakaman massal.

    TAGS : Gempa Bumi Palu Tsunami Jenazah Infeksi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/41592/Jenazah-Korban-Bencana-Rawan-Timbulkan-Penyakit-Infeksi/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHoaks-hoaks yang Mesti Diwaspadai Saat Ini
    Next Article Iran Tembaki Pos-pos ISIS di Suriah
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • TradingView Makin Populer di Kalangan Trader: Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya
    • 6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.