Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Jika Vaksin COVID-19 Sudah Ada, Masyarakat Diminta Tetap Taat Jalani Prokes 3M
    News

    Jika Vaksin COVID-19 Sudah Ada, Masyarakat Diminta Tetap Taat Jalani Prokes 3M

    November 1, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Jika Vaksin COVID-19 Sudah Ada, Masyarakat Diminta Tetap Taat Jalani Prokes 3M 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jika Vaksin COVID-19 Sudah Ada, Masyarakat Diminta Tetap Taat Jalani Prokes 3M 2
    Tangkapan layar tahapan riset vaksin Corona buatan RI. (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Vaksin COVID-19 saat ini sudah masuk tahap uji klinis III. Sosialisasi terkait keberadaan vaksin dan siapa saja yang akan diprioritaskan memperoleh vaksin ini juga terus dilakukan pemerintah. Demikian terungkap dalam sosialisasi virtual “Vaksin untuk Negeri” yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Sabtu (31/10), dipantau dari Denpasar.

    Menurut Ketua Komunikasi Publik KPCPEN, Rosarita Niken Widiastuti, perlu kerjasama dan sinergi dari semua unsur dalam rangka vaksinasi ini bisa berlangsung sukses. Sebab, masih ada sebagian kecil masyarakat yang tidak percaya pentingnya vaksinasi. “Ini merupakan tantangan terbesar dalam upaya untuk mencegah masyarakat tertular penyakit berbahaya,” ujarnya.

    Terkait vaksin COVID-19 ini, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof. Dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro, memaparkan pentingnya vaksinasi dalam memutus penyebaran COVID-19. Ia menjelaskan lewat imunisasi, rantai penularan penyakit bisa diputus.

    Syaratnya, cakupan masyarakat yang divaksinasi mencapai 80 persen dari populasi. Untuk memutus penyebaran COVID-19 ini, ia mengungkapkan paling tidak sekitar 60-70 persen dari komunitas harus diimunisasi.

    Ia menyebut pemutusan penyebaran COVID-19 bisa dilakukan dengan dua cara, yakni imunisasi dan disiplin protokol kesehatan (prokes) menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker. Namun, ia menilai di Indonesia perlu menggunakan vaksin karena kedisiplinan masyarakatnya relatif rendah.

    Jika tidak ada vaksin, lanjutnya, kekebalan komunitas akan terbangun tapi memerlukan waktu yang lama. Harus diperhitungkan pula masyarakat yang terjangkit memiliki komorbid dan banyaknya korban jiwa sebelum kekebalan komunitas itu terbentuk.

    Guru Besar Universitas Indonesia ini mengutarakan kondisi berbeda terjadi di sejumlah negara, seperti Thailand dan Taiwan yang penurunan kasus hariannya cukup cepat. “Karena masyarakat di Thailand dan Taiwan disiplinnya kuat,” sebutnya.

    Ia menekankan jika pun sudah ada vaksin, masyarakat tetap diharuskan menjalani prokes 3M dengan disiplin. Sebab, vaksin bukan obat untuk penyakit ini melainkan upaya menurunkan kesakitan dan kematian akibat virus ini, mempercepat tercapainya herd immunity, dan meminimalkan dampak sosial serta ekonomi dari pandemi ini.

    Terkait vaksin COVID-19 ini, Wartawan Senior dan Penyintas COVID-19, Latief Siregar meminta pemerintah memberikan informasi yang terang benderang kepada jurnalis sehingga bisa memberikan informasi yang benar ke masyarakat. Ia mengaku keberadaan vaksin ini memberikan harapan bagi pemutusan penyebaran COVID-19.

    Sebagai penyintas, ia pun mengatakan pentingnya menjalani prokes dengan disiplin. “Sebagai penyintas covid-19, optimismenya adalah vaksin dapat menangkal penyakit ini. Tapi dengan tidak meninggalkan habit pada prokes 3M,” ujarnya. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTidak Ada Yang Lolos Passing Grade, 11.580 Formasi CPNS Tak Terisi
    Next Article Fiat Ram akan hadir dalam versi elektrik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.