Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Jokowi Import LNG Dari Singapura, Gerindra Salahkan Pemerintah Masa Lalu
    News

    Jokowi Import LNG Dari Singapura, Gerindra Salahkan Pemerintah Masa Lalu

    September 11, 2017No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Jokowi Import LNG Dari Singapura, Gerindra Salahkan Pemerintah Masa Lalu 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jokowi Import LNG Dari Singapura, Gerindra Salahkan Pemerintah Masa Lalu

    Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono

    Jakarta – Presiden Joko Widodo menandai kerjasama antar negara dengan impor LNG dari perusahaan Singapura Keppel Offshore And Marine. Keputusan tersebut disertai polemik mengingat Singapura selama ini bukan negara yang memiliki ladang gas.

    Disatu sisi, terdapat banyak pandangan bahwa impor LNG bukan pilihan yang strategis bagi pemerintah. Pasalnya, kargo dalam negeri tak sepenuhnya terserap.

    Kendati demikian, Gerindra menilai tepat keputusan presiden Jokowi.

    “Jadi import LNG yang dilakukan oleh Joko Widodo bukanlah kebijakan yang salah. Sebab BBM saja sudah import terus,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyouno di Jakarta, Senin (11/9/2017).

    Arief menyampaikan impor LNG yang dilakukan hari ini akibat kebijakan pemerintah masa lalu. Menurutnya, pemerintahan masa lalu cenderung memberikan konsensi sejumlah banyak ladang migas kepada asing dengan harga jual yang murah dan khusus untuk di ekpor saja dengan tanpa pertimbangan.

    “Seperti produksi Gas di Tangguh, Gas di Natuna, Lhoksumawe. Sampai sampai Pabrik Pupuk saja tutup akibat kurang dan tidak ada pasokan gas,” ungkapnya.

    Arief mengungkapkan dalam Nawacita disektor Energi, Presiden Jokowi sudah berhasil melakukan perubahan tata kelola dalam bidang energi selama dua tahun terakhir ini. Seperti menetapkan tata niaga gas dan mengalihkan subsidi dari sektor energi ke sektor produktif lainnya.

    Arief menyebutkan Import LNG dari Singapore yang sudah di tanda tangani dengan disaksikan Presiden Joko Widodo sebagai salah satu keberhasilan dalam tata niaga gas. “Ini sebuah bentuk penerapan Trisakti Nawacita dalam bidang ketahanan Energi, dan perlu diberikan apresiasi yang setinggi tingginya pada Presiden Joko Widodo dengan mendapatkan harga yang jauh lebih murah dari Perusahaan trader asal Singapore Keppel Offshore Marine Jika  dibandingkan Dengan negara lain yang membeli harga LNG lebih mahal dari Keppel offshore marine,” paparnya.

    Arief menyatakan impor LNG dari Singapore harus dipandang dari sisi yang positive jangan di lihat sebagai sinisme terhadap pemerintahan Joko Widodo. Alasanya, produksi LNG dalam negeri sendiri kurang serta cost produksinya mahal akibat banyak terletak diremote area yang belum ada fasilitas infrastrukturnya.

    “Kedua untuk mendukung keperluan bahan baku LNG bagi pembangkit Listrik yang masuk program 35 ribu MW yang sudah rampung hingga 90 persen diera Joko Widodo ,Ketiga ketidak siapan Pertamina dan PGN Untuk melakukan penyedian LNG Dengan murah dalam upaya melakukan transformasi bahan Bakar  pembangkit Listrik dari BBM menjadi pembangkit Listrik berbahan bakar LNG,” jelasnya.

    Arief menyampaikan impor LNG justru memberikan dampak efisiensi bagi PLN. Sehingga, harga Tariff dasar Listrik nanti bisa murah dan membuat sektor Industri terhindar dari terjadinya deindustrialisasi karena kurangnya pasokan Listrik Dan mahal harga tariff Listriknya.

    “Selain itu agar Perusahaan Penghasil LNG di Indonesia bisa melakukan efisiensi sehingga bisa bersaing dengan para trader diluar negeri dan akhurnya bisa  menjual harga LNG dibawah Harga LNG yang ditawarkan trader trader luar negeri  seperti  Keppel Offshore Marine Dan Pavilion Energi Ltd,” terangnya.

    Arief menambahkan dampak impor LNG dari Singapore oleh Pemerintahan Joko Widodo  justru memberikan dampak yang positif bagi percepatan tumbuhnya investasi di sektor Migas.

    “Karena akan menarik investor migas Untuk melakukan pencarian sumber sumber migas baru di indonesia untuk dieksploitasi, karena Pasar LNG dan komsumsi LNG sangat  besar di Indonesia,” imbuhnya.

    TAGS : Waketum Gerindra Arief Poyouno Impor LNG

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/21590/Jokowi-Import-LNG-Dari-Singapura-Gerindra-Salahkan-Pemerintah-Masa-Lalu/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTangkal ISIS, LIPI Sarankan Pemerintah Tingkatkan Kerjasama di Perbatasan
    Next Article Demokrat: Kasus Novel Baswedan jangan Diobok-obok
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Tokopedia PHK karyawan menjadi sorotan (Ilustrasi/AI)

    Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    July 2, 2026
    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan
    • Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google
    • Samsung Galaxy Z Fold 8 Kapan Rilis? Ini Bocoran dan Fitur Terbarunya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.