Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kasus COVID-19 Baru Masih Terus Bermunculan, Harus Ada Strategi Baru Ubah Laku Masyarakat
    News

    Kasus COVID-19 Baru Masih Terus Bermunculan, Harus Ada Strategi Baru Ubah Laku Masyarakat

    November 2, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kasus COVID-19 Baru Masih Terus Bermunculan, Harus Ada Strategi Baru Ubah Laku Masyarakat 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kasus COVID-19 Baru Masih Terus Bermunculan, Harus Ada Strategi Baru Ubah Laku Masyarakat 2
    Seorang warga mencuci tangannya sebelum memasuki kantor di Denpasar. Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan diyakini dapat memutus penyebaran Covid-19. (BP/eka)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Pandemi sudah berjalan hampir 8 bulan, namun kasus COVID-19 baru masih saja ditemukan setiap harinya. Kondisi ini membuat pemerintah harus memikirkan strategi baru dalam mengubah laku masyarakat sehingga bisa taat menjalankan protokol kesehatan. Demikian diungkapkan Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UNPAD, dr. Dwi Agustian, MPH, Ph.D, dalam talkshow terkait “Masyarakat Abai Protokol Kesehatan, Liburan Jadi Bencana” yang dipantau pada akun YouTube BNPB, Senin (2/11) dari Denpasar.

    Menurut Dwi, kalau melihat fenomena dari COVID-19, infeksi berjalan dari orang ke orang dan interaksi yang identik dengan mobilitas populasi. “Perpindahan dari tempat ke tempat, meningkatkan kasus baru. Bahkan dari sejumlah penelitian, setiap kenaikan mobilitas 1 persen populasi meningkatkan angka kasus sebesar 1,5 persen,” ujarnya.

    Kondisi ini, dinilainya, sejalan dengan yang terjadi di Indonesia. Episentrum penyebaran COVID-19 di Indonesia adalah Jakarta dan Jawa Barat yang merupakan daerah dengan mobilitas tinggi.

    Sejauh ini, terlepas usaha yang sudah dilakukan pemerintah, kenyataannya kasus baru masih bermunculan. Ia menilai sudah saatnya memikirkan strategi baru untuk menangani. “Harus ada keseimbangan antara regulasi dan edukasi. Tidak mungkin sepenuhnya diserahkan pada masyarakat. Salah satunya melihat fenomena di mana kasus-kasus itu terjadi,” sebutnya.

    Ia pun menyarankan harus ada kebijakan lebih detil lagi untuk masing-masing kelompok masyarakat sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa tersampaikan dengan baik. Contoh, berbicara dengan akademisi akan berbeda polanya dengan masyarakat yang berjualan di pasar. “Jika tidak mau lockdown harus ada kebijakan yang beragam. Karena COVID-19 ini yang sangat besar selain faktor biologis adalah faktor determinan sosial,” katanya.

    Terkait saran perubahan strategi ini, Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku yang juga Kepala Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia, Turo Wongkaren, Ph.D mengatakan sejauh ini sudah ada bermacam pendekatan untuk perubahan perilaku masyarakat. Ada beberapa strategi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes 3M. “Di luar ini, diharapkan masyarakat melaksanakan yang namanya Iman, Imun, dan Aman,” sebutnya.

    Ia pun kembali mengingatkan agar masyarakat taat pada perilaku 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir. Turo mengatakan bahwa sasaran edukasi terkait perubahan perilaku masyarakat ini ada 5, yaitu individu, keluarga, komunitas, institusi, dan wilayah.

    “Kita sudah mencoba mengindetifikasi. Yang kita lakukan adalah siapa yang ngomong itu penting. Setiap provinsi berupaya diidentifikasi, role model mana yang didengar oleh masyarakat,” paparnya. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSinar Emas Meredup, Antam Masih di Bawah Rp 1 Juta Per Gram
    Next Article Hasil Uji Klinis, China Klaim Vaksin COVID-19 Aman Digunakan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.