Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Kasus COVID-19 Melonjak, Korsel akan Terapkan Pembatasan Ketat ke Level Tertinggi
    International

    Kasus COVID-19 Melonjak, Korsel akan Terapkan Pembatasan Ketat ke Level Tertinggi

    July 7, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kasus COVID-19 Melonjak, Korsel akan Terapkan Pembatasan Ketat ke Level Tertinggi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kasus COVID-19 Melonjak, Korsel akan Terapkan Pembatasan Ketat ke Level Tertinggi 2
    Seorang pekerja kesehatan di Seoul, Korsel, menggunakan APD lengkap menyemprotkan disinfektan. (BP/AFP)

    SEOUL, BALIPOST.com – Korea Selatan mencatat rekor kedua jumlah kasus COVID-19 harian pada Rabu (7/7). Lonjakan kasus terjadi beberapa hari setelah pembatasan sosial di sejumlah wilayah dilonggarkan karena berhasil mempercepat vaksinasi.

    Dikutip dari Kantor Berita Antara, sebagian besar dari 1.212 kasus baru berasal dari Seoul yang padat penduduk. Sehingga pembatasan pergerakan di ibu kota dan daerah sekitarnya diperpanjang, setidaknya selama sepekan ke depan.

    Pejabat juga berencana menerapkan pembatasan yang lebih ketat hingga ke level tertinggi. Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan gelombang keempat virus corona di negara itu dipicu oleh varian Delta yang menyebar cepat. Terutama di antara penduduk berusia 20-an dan 30-an yang belum divaksin.

    Kim mendesak masyarakat dari kelompok usia itu untuk melakukan tes “demi melindungi dirimu, keluargamu, teman-temanmu, sekolah dan negara ini.”

    “Jika situasi jadi tidak terkendali dalam dua-tiga hari ini, kami tidak punya pilihan lain kecuali memberlakukan level pembatasan sosial paling ketat,” kata Kim.

    Presiden Moon Jae-in memerintahkan militer untuk membantu penelusuran kontak dan mendesak otoritas daerah menambah lokasi tes di wilayah padat penduduk, kata juru bicara kepresidenan Park Kyung-mee, Rabu.

    Jumlah kasus harian pada Rabu adalah yang tertinggi sejak 25 Desember, saat Korsel mengalami hantaman gelombang ketiga pandemi.

    Para pejabat telah bersiap membuka kembali negara itu dalam beberapa pekan terakhir. Pembatasan aktivitas di sebagian besar wilayah dilonggarkan pada 1 Juli, meskipun pejabat di Seoul dan sekitarnya masih menahan diri saat angka kasus di sana merayap naik.

    Pakar kesehatan mengatakan pelonggaran aturan pembatasan jam operasional bisnis dan aktivitas sosial di luar Seoul, serta informasi bahwa pelonggaran berikutnya akan diterapkan, telah mendorong pergerakan masyarakat, terutama di kalangan anak muda di ibu kota.

    Sekitar 85% kasus baru penularan lokal terjadi di kawasan metropolitan Seoul, yang menjadi rumah bagi setengah populasi negara itu.

    “Sementara tingkat penularan relatif turun di kalangan penduduk di atas 60 tahun yang sudah divaksin, penularan terus terjadi di kelompok usia yang belum divaksin,” kata Kim Tark, pakar penyakit infeksi di RS Bucheon Universitas Soonchunhyang.

    “Ini adalah pengingat untuk mempercepat vaksinasi bagi kelompok usia di bawah 60.”

    Baru 10 persen populasi Korsel yang sudah divaksin penuh, sementara 30 persen lainnya baru mendapatkan sekali suntikan, mayoritas dari kalangan lansia.

    Asosiasi Medis Korea mendesak pemerintah untuk tidak membuat keputusan gegabah terkait pelonggaran pembatasan sosial di saat tingkat vaksinasi masih tergolong rendah.

    Korsel menerima 700.000 dosis vaksin Pfizer/BioNTech dari Israel pada Rabu lewat skema pertukaran, di luar 627.000 dosis yang dibeli secara langsung. Sebagian pasokan akan digunakan untuk vaksinasi di Seoul dan sekitarnya pada 13 Juli, kata otoritas.

    Kenaikan angka vaksinasi telah membantu negara itu mengurangi tingkat kematian menjadi 1,25 persen dan jumlah kasus parah menjadi 155 orang hingga Rabu, turun signifikan dari 1.41 persen dan 311 kasus pada puncak pandemi akhir Desember lalu.

    Korsel melaporkan 162.753 kasus dan 2.033 kematian akibat COVID-19 selama pandemi. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKorban Jiwa Tembus 1.000 Per Hari, Tambahan Kasusnya Juga Pecahkan Rekor Lagi
    Next Article Cara OLX Autos rayakan satu tahun kiprah di Indonesia
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran (Ilustrasi/AI)

    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran

    April 24, 2026
    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz (Ilustrasi/AI)

    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz, Benarkah?

    April 9, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.