Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kasus Covid Varian Delta di Inggris Naik, Indonesia Perlu Antisipasi
    News

    Kasus Covid Varian Delta di Inggris Naik, Indonesia Perlu Antisipasi

    June 15, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kasus Covid Varian Delta di Inggris Naik, Indonesia Perlu Antisipasi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020 Tjandra Yoga Aditama menaruh perhatian terhadap melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Khususnya keberadaan varian Delta (B.1.617.2) yang ditemukan di Kudus, Jawa Tengah. Merujuk laporan dari otoritas Inggris, kasus varian Delta di sana meningkat cukup cepat.

    Tjandra yang juga guru besar Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, keberadaan Covid-19 varian Delta juga menjadi perhatian serius di Inggris. Public Health England atau otoritas kesehatan masyarakat di Inggris pada 11 Juni lalu melaporkan perkembangan varian Delta tersebut.

    Otoritas Inggris menyampaikan bahwa lebih dari 90 persen kasus baru Covid-19 di sana adalah varian Delta. Seperti diketahui varian Delta bermula dari India. Fakta lainnya varian Delta di Inggris juga naik signifikan.

    “Di Inggris sudah ada 42.323 kasus varian Delta. Naik 70 persen dari minggu sebelumnya atau naik 29.892 kasus,” kata Tjandra Selasa (15/6).

    Pemerintah Indonesia juga perlu memantau perkembangan di Inggris. Karena keberadaan varian Delta di Indonesia juga sudah banyak ditemukan.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UI Ari Fahrial Syam juga menyoroti keberadaan varian Delta di Indonesia. Dia mengatakan dalam empat pekan varian Delta di Indonesia meningkat 51,4 persen. “Gejala sakit pasien lebih berat dari virus sebelumnya,” katanya.

    Diantaranya adalah meningkatkan risiko terjadinya hilang pendengaran. Kemudian memicu nyeri ulu hati dan mual. Dengan kondisi tersebut pasien perlu di rawat di RS. Pasien juga perlu tambahan oksigen. Ari menegaskan untuk mencegah tertular Covid-19, khususnya varian Delta tersebut, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kemudian juga tetap melaksanakan vaksinasi Covid-19.

    Baca Juga: Tak Terima Candaan Yasonna Soal AHY, Santoso Demokrat Ngomong Begini

    Sementara itu kalangan tenaga medis juga menyampaikan dukungan terhadap upaya vaksinasi Covid-19 yang dijalankan pemerintah. Diantaranya disampaikan dokter spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospitals Lippo Village dr Sandra Sinthya Langow Sp.PD. Menurutnya vaksinasi untuk masyarakat usia 18 tahun ke atas dapat mengurangi resiko gejala berat sampai kematian.

    Sandra menegaskan, vaksinasi untuk kelompok pemuda atau 18 tahun ke atas perlu didukung masyarakat luas. Masyarakat bisa ikut dalam program vaksinasi pemerintah maupun vaksinasi Gotong Royong. Sehingga Indonesia bisa cepat mengejar target kekebalan kelompok atau herd immunity.

    Menurutnya vaksinasi Covid-19 untuk usia lebih dari 18 tahun memiliki sejumlah manfaat. “Diantaranya terbukti vaksin mampu mengurangi gejala berat apabila yang bersangkutan terpapar Covid-19,” kata Sandra.

    Manfaat berikutnya adalah resiko kematian akibat Covid-19 untuk masyarakat yang sudah menerima vaksinasi lebih rendah. Kemudian vaksinasi Covid-19 juga mampu menghambat kemampuan virus Corona untuk bermutasi. Kemampuan bermutasi pada virus adalah upaya untuk bertahan hidup.

    Menurut Sandra, seseorang dapat menjadi kebal dengan cara pulih dari infeksi sebelumnya atau melalui vaksinasi. “Vaksin melatih sistem kekebalan tubuh untuk membuat protein melawan penyakit. Atau yang dikenal sebagai antibodi,” jelasnya.

    Vaksin bekerja tanpa membuat sesorang menjadi sakit dan terinfeksi suatu virus. Untuk bisa mencapai kekebalan kelompok, sebagian besar populasi masyarakat perlu divaksinasi. Baik itu melalui vaksinasi yang dijalankan pemerintah maupun vaksinasi Covid-19 Gotong Royong.

    “Hal yang paling efisien adalah vaksinasi Covid-19 pada kelompok anak muda dengan rentang usia 18 tahun ke atas,” jelasnya.

    Editor : Dimas Ryandi

    Reporter : Hilmi Setiawan


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleNeraca Perdagangan Kembali Surplus | BALIPOST.com
    Next Article Proses Pendinginan di Pasar Umum Blahbatuh Berlangsung, Titik Api Masih Terlihat di Los
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.