Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Keamanan dan integrasi, kunci utama transportasi umum kala pandemi
    Automotive

    Keamanan dan integrasi, kunci utama transportasi umum kala pandemi

    January 14, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Keamanan dan integrasi, kunci utama transportasi umum kala pandemi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia, Harya S. Dillon, Ph.D., mengatakan bahwa terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan pelaku pelayanan transportasi umum di kala dan setelah pandemi COVID-19, yaitu soal keamanan (kesehatan) dan integrasi antarmoda.

    “Kita masih bertarung dengan pandemi, dan belum ada di garis finish. Setelah selesai, kita perlu kembalikan image transportasi publik sebagai moda yang aman, jangan sampai ada stigma jelek bahwa transportasi umum menjadi (tempat) penularan penyakit,” kata Harya dalam jumpa pers virtual, Kamis.

    Lebih lanjut, Harya memaparkan hasil penelitian yang menyebut, bahwa masyarakat, terutama di Jabodetabek, masih menjadi favorit untuk mobilitas sehari-hari, baik sebelum, ketika, dan setelah pandemi bisa dikendalikan, atau bahkan berakhir.

    Baca juga: Jenis teknologi dan fitur yang diminati “savvy commuters” Jakarta

    Baca juga: Riset: Teknologi digital tingkatkan infrastruktur transportasi Jakarta

    Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, antara lain waktu tempuh yang lama jika menggunakan kendaraan pribadi, tidak praktis, dan jauhnya akses ke kendaraan umum.

    Sehingga, menurut Harya, penting bagi pelaku pelayanan transportasi umum untuk terus memperhatikan protokol kesehatan demi memberikan rasa aman dan menunjang kenyamanan penggunanya.

    “Perhatian untuk keamanan dan kesehatan adalah langkah yang baik dan perlu terus dikomunikasikan (pelaku) transportasi massal, terutama setelah vaksin,” kata Harya.

    “Karena mau tidak mau, kita perlu mengembalikan kapasitas (jumlah penumpang transportasi umum) ke 100 persen lagi seperti sebelum pandemi. Sehingga, rasa aman itu harus kita pulihkan,” ujarnya melanjutkan.

    Selain faktor keamanan dan kesehatan, hal selanjutnya adalah integrasi antarmoda di fasilitas transportasi publik.

    Harya memaparkan, di Jabodetabek, sebanyak 45 persen pengguna transportasi publik telah memfungsikan ojek online sebagai solusi first mile-last mile, atau untuk menyambung perjalanan dari tempat asal menuju tempat transit transportasi massal.

    “Kunci keberhasilan integrasi antarmoda transportasi ada tiga, yaitu responsif, terencana dan terlembagakan, serta tidak ada hambatan regulasi dan birokrasi,” kata Harya.

    Baca juga: Mobil listrik Volkswagen jadi transportasi umum di Pulau Astypalea

    Baca juga: DAMRI gelar program retrofit bus listrik untuk transportasi umum

    Responsif, adalah ketika layanannya berorientasi konsumen, sehingga diharapkan bisa meminimalisir waktu tunggu, seamless dan memiliki sistem pembayaran tunggal (single payment tool).

    Terencana dan terlembagakan, adalah dimana aplikasi bisa berperan sebagai integrator dan sebaliknya. Hal ini, menurut Harya, bisa berdampak baik bagi pengguna karena praktis dan nyaman.

    Kunci ketiga, yaitu tidak adanya hambatan regulasi dan birokrasi, lebih ke efisiensi yang akan lebih mudah terwujud.

    “Pandemi usai pun masyarakat berharap bisa menggunakan transportasi publik lagi. Bukan hanya cepat dan nyaman, tapi juga aman dalam sisi kesehatan. Ini adalah tantangan kita setelah pandemi usai,” kata Harya.

    “Kita akan kembali beraktivitas dengan normal baru yang lebih waspada. Kita harus terapkan prokes, terutama di fasilitas transportasi publik, dan optimalisasi transportasi publik karena pola masyarakat akan terjadi perubahan ke depannya,” pungkasnya.

    Baca juga: Dilema transportasi umum di era COVID-19

    Baca juga: dr Reisa: Perhatikan tujuh protokol kesehatan di angkutan umum

    Baca juga: Daya tahan angkutan umum tinggal sebulan

    Pewarta: A087
    Editor: Alviansyah Pasaribu
    Copyright © ANTARA 2021

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJalur KA Linggapura-Bumiayu Masih Diberlakukan Jalur Tunggal Sementara
    Next Article MX King 150, motor pertama yang disegarkan Yamaha 2021
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.