Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Keberadaan Guru Kesenian Masih Minim
    News

    Keberadaan Guru Kesenian Masih Minim

    July 27, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Keberadaan Guru Kesenian Masih Minim

    Dirjen Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid

    Jakarta – Jumlah guru kesenian di jenjang pendidikan dasar dan menengah masih minim. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengundang seniman lokal untuk melakukan transfer pengetahuan (transfer of knowledge) di sekolah terdekat, lewat Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

    Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid mengatakan, GSMS tak hanya untuk menutupi kekurangan guru kesenian. Lebih dari itu, program ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berinteraksi secara langsung dengan para pegiat seni.



    “Jadi anak-anak diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan seniman, dan seniman juga tahu bagaimana dengan efektif membagi apa yang mereka ketahui,” kata Hilmar di Jakarta pada Kamis (27/8) malam.

    Mendatangkan seniman ke sekolah juga bukan untuk menjadikan anak-anak mengikuti jejak para senimal. Hilmar menjelaskan, melalui seni yang diajarkan, maka dapat membantu siswa mengekspresikan dirinya dengan bahasa seni, yang menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter (PPK).

    Baca juga :

    • Lulusan Jadi Faktor Penentu Akreditasi Program Studi
    • BAN-PT Setop Penerbitan Sertifikat Akreditasi Manual
    • Implementasi Sistem Zonasi Bermasalah, Ini Temuan Ombudsman

    “Biasanya kan kognitif, nah ini yang diasah dari segi rasa. Jadi afeksinya yang disentuh,” terangnya.

    Sementara Direktur Kesenian Kemdikbud Restu Gunawan menyebut program GSMS akan menyasar 28 provinsi dan 1.320 sekolah di Indonesia. Dengan total 27 pertemuan atau empat bulan, siswa dapat melakukan tatap muka dua jam setiap pertemuan.

    “Materinya beda-beda. Ada yang suka teater, musik, dan lain sebagainya,” tutur Restu.

    Meski membuka pintu lebar-lebar bagi seniman untuk berkecimpung di dunia pendidikan, Restu menggarisbawahi, tak semua seni dan seniman bisa mendaftarkan diri. Sebab setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, tergantung minat siswa.

    “Dan senimannya pun harus diakui oleh grupnya, lingkungannya, dan komunitasnya. Memang tidak harus lulusan sekolah yang unggul, tapi memiliki kemampuan untuk mengajar. Maka itu harus punya rencana pengajarannya,” tandasnya.

    TAGS : Pendidikan Kesenian Seniman Kemdikbud

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/38423/Keberadaan-Guru-Kesenian-Masih-Minim/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleLaut Merah Tak Aman untuk Kapal AS
    Next Article Laut Merah Tak Aman untuk Kapal AS
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Tokopedia PHK karyawan menjadi sorotan (Ilustrasi/AI)

    Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    July 2, 2026
    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google
    • Samsung Galaxy Z Fold 8 Kapan Rilis? Ini Bocoran dan Fitur Terbarunya
    • Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.