Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kedaruratan COVID-19 Berakhir, Masyarakat Diminta Tak Salah Menerjemahkan
    News

    Kedaruratan COVID-19 Berakhir, Masyarakat Diminta Tak Salah Menerjemahkan

    May 10, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kedaruratan COVID-19 Berakhir, Masyarakat Diminta Tak Salah Menerjemahkan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kedaruratan COVID-19 Berakhir, Masyarakat Diminta Tak Salah Menerjemahkan 2
    Tangkapan layar Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso Jakarta Faisal Rizal Matondang (bawah) dalam Siaran Sehat yang diikuti di Jakarta, Rabu (10/5/2023). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Masyarakat diminta untuk tidak salah menerjemahkan pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO) soal pencabutan status kedaruratan pandemi COVID-19. Demikian diminta Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso Jakarta Faisal Rizal Matondang, dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu (10/5).

    “Pernyataan dari WHO yang kemarin keluar adalah pencabutan ketentuan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency International of Concern/PHEIC) dari COVID-19, bukan dicabutnya status pandemi,” kata Faisal dalam Siaran Sehat yang diikuti di Jakarta, Rabu.

    Faisal mengimbau kepada masyarakat untuk mencermati kata tiap kata yang disampaikan WHO, sehingga tidak memicu terjadinya kesalahpahaman yang berujung pada pengabaian situasi sehingga kasus positif kembali naik.

    Sebab pencabutan PHEIC artinya penanganan pandemi COVID-19 tidak lagi berstatus kedaruratan. Biasanya, pengumuman ini disampaikan WHO sebagai pemegang otoritas tertinggi pengambil keputusan, ketika melihat indikator penanganan dari sebuah penyakit sudah terkendali.

    Dalam hal ini misalnya kasus positif yang cenderung terkendali, tren kematian yang menurun dan meningkatnya angka kesembuhan karena imunitas sudah terbentuk lebih baik berkat pemberian vaksin. “Walaupun status kedaruratannya dicabut, bukan berarti COVID-19 ini hilang, pandemi selesai. Justru harus tetap kita waspadai karena (penularannya) masih terus ada,” katanya.

    Berbeda dengan pencabutan status pandemi, Faisal menjelaskan jika status pandemi dicabut, itu artinya pemerintah memutuskan bersiap memasuki masa endemi karena penyakit itu tidak lagi tersebar di seluruh dunia, tetapi hanya di beberapa wilayah atau negara saja. “Jadi di situ letak perbedaannya. Mohon dipahami bahwa saat ini pandemi masih ada, tapi yang dicabut hanya status kedaruratannya saja,” ujarnya.

    Menurutnya pemerintah juga sedang menyiapkan kebijakan-kebijakan yang telah disesuaikan dengan situasi saat ini, setelah mendengar keputusan WHO tersebut.

    Oleh karenanya sambil menunggu pemerintah mengeluarkan keputusan untuk mencabut status pandemi, Faisal meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan tetap menjauhi kerumunan.

    Apalagi sampai hari ini masih banyak kelompok rentan yang belum bisa divaksinasi atau memiliki pemberat, sehingga setiap pihak harus terus waspada terhadap infeksi penularan. “Kadang komorbid akan memperberat kondisi seseorang kalau dia punya COVID-19. Jadi tetap melaksanakan protokol kesehatan dan kita tunggu regulasi-regulasi (yang akan dikeluarkan) dari pemerintah,” katanya.

    Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril juga mengatakan belum dapat memastikan kapan status pandemi COVID-19 di Indonesia akan diakhiri, meski kedaruratan kesehatan global telah dicabut oleh WHO.

    “Kapan pandemi selesai? Tidak ada batasan jelas terkait selesainya pandemi. WHO pun tidak bisa menjawab itu, sehingga sulit memperkirakan dan menentukannya,” katanya.

    Syahril mengatakan yang dicabut oleh WHO pada 5 Mei 2023 adalah PHEIC, karena situasi tersebut menandakan pandemi COVID-19 global secara umum telah terkendali, namun angka kasus akan tetap berfluktuasi. “Yang penting sekarang, kita sudah lalui masa terberat pandemi dengan melihat indikator angka kasus, kematian, perawatan dan positivity rate,” katanya. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleASEAN Bersiap Hadapi Kondisi Terburuk
    Next Article Lima Rekomendasi Disampaikan di Pertemuan ASEAN-AIPA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta (Instagram)

    Rano Karno Bakal Pimpin Perayaan Idul Adha di Jakarta Saat Pramono Naik Haji

    May 22, 2026
    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak (Ilustrasi/AI)

    Musim Kemarau 2026 Mulai Berdampak, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

    May 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.