Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kejagung Dinilai Ceroboh Sita Aset Terkait Kasus Jiwasraya
    News

    Kejagung Dinilai Ceroboh Sita Aset Terkait Kasus Jiwasraya

    August 13, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kejagung Dinilai Ceroboh Sita Aset Terkait Kasus Jiwasraya

    Kejaksaan Agung

    Jakarta, Jurnas.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) dinilai serampangan menyita sejumlah aset entitas usaha maupun rekening efek yang tidak terkait dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya.
     
    Hal ini terkuak saat korps Adhyaksa menyita 29 sertifikat tanah milik PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), Susanti Hidayat (Direktur Utama). Sebelumnya, Mantan Direktur Strategi Investasi, yang merupakan salah satu saksi Nie Swe Hoa menyampaikan keberataan atas sikap Jaksa menyita rekening saham miliknya senilai Rp 20 Miliar yang tidak ada hubungannya dengan perkara Asuransi Jiwasraya.
     
    Penasihat Hukum Heru Hidayat, Kresna Hutauruk menegaskan penyitaan asset IIKP tidak berdasar. Pasalnya, tidak ada kaitannya dengan pokok perkara.
     
    “Dari kesaksiannya terungkap, Kejaksaan melakukan penyitaan terhadap aset yang tidak terkait dengan Jiwasraya,” ujar Kresna usai persidangan kasus Perkara Pidana Nomor: 33/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).
     
    Menurut Kresna, tindakan Jaksa melakukan penyitaan asset IIKP, baik secara PT maupun aset-asetnya salah arah. Hal ini sangat ceroboh.
    Misalnya, 29 sertifikat  bidang tanah milik IIKP. Padahal sertifikat ini diperolehan sebelum 2008.
     
    Hal ini tegas Kresna jelas tidak masuk akal. Pasalnya, tempus kejadian yang didakwa oleh Kejaksaan dari tahun 2008-2018.
     
    “Kenapa 29 sertifikat tanah milik iikp ini disita, padahal tanah-tanah tersebut diperoleh sebelum 2008 yang merupakan awal dari tempus perkara yang didakwakan ini,” tuturnya.
     
    Kresna kembali menjelaskan, 29 sertifikat tanah milik IIKP itu, perolehannya sebelum 2008.
     
    “Itu yang menjadi pertanyaan kita. Kenapa 29 sertifikat ini disita yang  tidak ada hubungan dengan Jiwasraya, padahal tempus perkara ini sebelum tahun 2008,” ujarnya.
     
    Menurut Kresna,  alibi Jaksa melakukan penyitaan serampangan. Sebab, penyitaan ini tidak ada kaitannya dengan pokok perkara.
     
    “Jaksa sebenarnya bisa liat sendiri tahun penerbitan sertifikat itu. Kenapa disita semua, termasuk yang tidak ada hubungan dengan perkara Jiwasraya. Kayaknya, Jaksa pakai jurus mabuk,” sindirnya.
     
    Sebelumnya, Mantan Direktur Strategi Investasi, PT Inertia Utama (Dexa Group), Nie Swe Hoa mengajukan keberataan atas sikap Jaksa yang menyita rekening saham miliknya sebesar Rp 20 Miliar.
     
    Pasalnya, rekening yang disita itu tidak ada hubungannya dengan perkara Asuransi Jiwasraya
    Sambil menangis, Nie Swe Hoa mengajukan permohonan kepada Saefuddin Zuhri, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
     
    Dalam persidangan Rabu (12/8), Nie Swe Hoa kembali menangis saat memberikan kesaksian.
     
    “Rekening saham yang saya miliki, hasil keringat saya sendiri, hasil kerja saya selama 30 tahun disita negara. Tega sekali negara merampas harta dari warganya,” ujar Nie Swe Hoa sambil menangis.
     
    Dalam sidang lanjutan perkara Jiwasraya, Nie Swe Hoa kembali tak kuasa menahan tangis. Sebab, rekening saham yang disita itu milik pribadinya yang tidak ada hubungan dengan Jiwasraya.
     
    “Itu rekening pribadi dia untuk main saham. Padahal dia main saham itu mulai 2018 keatas semua,” tutupnya.

    TAGS : Kasus Korupsi Kasus Jiwasraya Kejagung

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/76967/Kejagung-Dinilai-Ceroboh-Sita-Aset-Terkait-Kasus-Jiwasraya/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTurki Buka Kembali Sekolah-sekolah Akhir September, Indonesia Kapan?
    Next Article AS Akui Lebih Sulit Lawan China daripada Uni Soviet
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.