Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kenaikan Kasus Subvarian Baru Omicron Diperkirakan Sepertiga Puncak Delta
    News

    Kenaikan Kasus Subvarian Baru Omicron Diperkirakan Sepertiga Puncak Delta

    June 16, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kenaikan Kasus Subvarian Baru Omicron Diperkirakan Sepertiga Puncak Delta 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kenaikan Kasus Subvarian Baru Omicron Diperkirakan Sepertiga Puncak Delta 2
    Budi Gunadi Sadikin. (BP/Dokumen)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah memperkirakan akan ada kenaikan kasus dengan ditemukannya subvarian baru Omicron, yakni BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Namun, diperkirakan kenaikan maksimum dari subvarian ini hanya sepertiga dari puncak kasus COVID-19 varian Delta ataupun Omicron.

    Dalam keterangannya, Kamis (16/6) dikutip dari Kantor Berita Antara, ia memperkirakan puncak kasus COVID-19 Omicron subvarian baru ini maksimum hanya akan mencapai 25.000 kasus per hari. Hal ini  berkaca pada pemantauan varian tersebut di negara lain.

    “Kita percaya nanti akan ada kenaikan mungkin maksimumnya 25 ribu per hari,” kata Budi.

    Dia menjelaskan di Afrika Selatan sebagai negara pertama teridentifikasinya varian baru COVID-19 tersebut, puncak kasus BA.4 dan BA.5 hanya sepertiga dari puncak kasus COVID-19 varian Omicron atau Delta sebelumnya. Sehingga jika pada saat puncak varian Delta dan Omicron sebelumnya di Indonesia terjadi 60.000 kasus per hari, diperkirakan puncak Omicron varian baru BA.4 dan BA.5 hanya akan mencapai 20.000-25.000 kasus per hari.

    Dia mengatakan puncak kasus biasanya terjadi satu bulan setelah kasus pertama teridentifikasi. Dalam hal ini, diperkirakan puncak kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia kemungkinan terjadi pada pekan ketiga dan keempat Juli 2022. “Setelahnya akan turun kembali ,” jelas dia.

    Selain itu dia mengatakan bahwa tingkat kematian dari varian baru ini jauh lebih rendah. Yakni, hanya seperduabelas atau sepersepuluh dari Delta dan Omicron.

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJokowi Ajak Jerman Investasi di Pabrik Semikonduktor
    Next Article inDriver hadirkan tempat peristirahatan bagi pengemudi di Jakarta
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.