Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Ketua Banggar DPR Anggap DKI, Jateng, Jatim Tak Serius Tangani Covid
    News

    Ketua Banggar DPR Anggap DKI, Jateng, Jatim Tak Serius Tangani Covid

    June 17, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ketua Banggar DPR Anggap DKI, Jateng, Jatim Tak Serius Tangani Covid 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kasus baru penyebaran Covid-19 di Indonesia belum mereda dan tambahan kasus baru masih tinggi. Untuk itu, perlu disiplin ketat menjalankan protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari penularan virus korona tersebut.

    Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH Said Abdullah menilai, tinggi angka covid-19 ini menunjukkan, kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran yang mematikan ini tidak efektif. Untuk itu, Said meminta pemerintah menurunkan aparat penegak hukum, baik dari TNI maupun Polri untuk memastikan masyarakat taat akan prokes.

    Hal ini sesuai dengan rekomendasi Banggar DPR RI yang sedari awal mengusulkan agar penangangan Covid-19 ini tidak cukup mengandalkan kesadaran masyarakat saja, tetapi juga melibatkan APH.”Yang dibutuhkan saat ini adalah, bagaimana penanganan Covid-19 ini agar tuntas. Maka sepenuhnya harus melibatkan aparat penegak hukum,” ujar Said kepada wartawan, Kamis (17/6).

    Data terakhir yang dilansir dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan, total kumulatif kasus terkonfirmasi positif korona telah mencapai angka 1.927.708 pasien, per Selasa (15/6). Jumlah ini mengalami penambahan sebanyak 8.161 kasus, bila dibanding data terakhir pada hari sebelumnya.

    Said mengaku miris dengan angka penyebaran Covid-19 yang kecendrungannya bertambah. Pertambahan angka Covid-19 tertinggi terjadi di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Jika ketiga daerah ini tidak serius memerangi Covid-19 ini maka dampaknya sangat signifikan menganggu pemulihan ekonomi nasional.

    Hal beralasan mengingat ketiga daerah itu berkontribusi besar sebagai penyumbang 39 persen Produk Domestik Bruto (PDB). “Anehnya, ketiga gubernurnya elektabilitas bursa capres tinggi. Padahal kinerja penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi lambat, bahkan kontraksi ekonominya di bawah angka nasional,” tegas Said.

    Editor : Dinarsa Kurniawan

    Reporter : Gunawan Wibisono


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIni model Toyota Raize yang paling diburu konsumen
    Next Article Raih 3 Penghargaan dari Asiamoney, BRI Termotivasi Tingkatkan Layanan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.