Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Ketua MPR Resmikan Desa Wisata Pancasila di Aceh Tenggara
    News

    Ketua MPR Resmikan Desa Wisata Pancasila di Aceh Tenggara

    October 28, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ketua MPR Resmikan Desa Wisata Pancasila di Aceh Tenggara 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Staff Khusus Ketua MPR RI Andi Sinulingga, meresmikan Desa Wisata Pancasila di Desa Ketambe, Kutacane, Aceh Tenggara.

    Desa wisata ini dibangun dari swadaya pemuda desa dengan dibantu beberapa pihak. Sebelumnya, desa ini hanyalah hutan semak belukar tak terawat, banyak pohon-pohon tumbang karena terjadi longsor tebing-tebing sungai. Lokasi Desa Wisata Pancasila yang berada di kawasan hutan Leuser sebagai paru-paru dunia, semakin memberikan nilai tambah.

    “Saya berharap segenap elemen masyarakat dengan sepenuh hati turut berpartisipasi membangun desa wisata ini, tidak hanya demi peningkatan kesejahteraan, melainkan juga demi kelestarian lingkungan dan kawasan,” ujar Bamsoet saat meresmikan Desa Wisata Pancasila secara virtual dari Bali, Rabu (28/10).

    Hadir dalam acara peresmian Desa Wisata Pancasila tersebut Ketua DPRD Kabupaten Aceh Tenggara Denny Febrian Roza, Forkopimda, Ketua Konservasi Pengelola Leuser Ketambe Misuardi serta Kepala Desa Bala Lutu Adbandi dan Ketua Pemuda Suhardi dan tokoh masyarakat Desa Balai Lutu Sahudin.

    Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, seiring upaya pengembangan potensi desa, maka mau tidak mau desa akan menjadi kawasan terbuka bagi masuknya berbagai pengaruh dunia luar. Termasuk di dalamnya globalisasi dan kemajuan teknologi. Untuk itu, nilai-nilai kearifan lokal harus tetap dijaga dan dilindungi, agar tidak tergeser oleh laju roda zaman.

    “Kita tentunya tidak menginginkan pengembangan potensi desa menjadi pintu masuk atas lunturnya kearifan lokal, tergerusnya semangat kegotongroyongan, dan terkikisnya wawasan kebangsaan, karakter, dan jati diri ke-Indonesiaan,” jelas Bamsoet.

    Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, di samping tetap menjalankan peran sebagai ‘lumbung pangan’ nasional, desa juga telah tumbuh menjadi sentra perekonomian baru dalam skala kecil dan menengah (UMKM). Karena itu, dengan sedikit sentuhan teknologi dan peningkatan kompetensi serta kapasitas sumber daya manusia, pemerintah juga sedang menggalakkan program pengembangan potensi desa menjadi Dewa (desa wisata agro), Dewi (desa wisata industri), dan Dedi (desa digital).

    “Melalui potensi sumberdaya yang dimiliki, didukung peluang pengembangan sektor pertanian dan industri kecil dan menengah yang masih terbuka lebar, saya optimis bahwa para petani dan pelaku UMKM milenial di desa bisa memberikan konstribusi besar dalam mendorong bangkitnya perekonomian nasional, khususnya pasca pandemi Covid-19,” terang Bamsoet.

    Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini meyakini akan semakin banyak desa yang berkembang menjadi sentra pertumbuhan ekonomi dan teknologi. Masa depan Indonesia, bukan lagi berada di perkotaan, melainkan berada di pedesaan.

    “Slogan ‘bekerja di desa, rezeki kota, bisnisnya mendunia’, akan menjadi magnet yang menarik minat generasi muda untuk kembali ke desa. Membangun daerahnya dan mengoptimalkan berbagai peluang yang ada,” pungkas Bamsoet.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTissa Biani: Teruskan Semangat Pemuda di Zaman Dahulu
    Next Article Toyota “recall” 5,84 juta mobil karena masalah pompa bensin
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.