Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Klusterisasi Pencalonan Pilkada, PDIP Kejar Daerah Bersuara di Bawah 10 Persen
    News

    Klusterisasi Pencalonan Pilkada, PDIP Kejar Daerah Bersuara di Bawah 10 Persen

    July 11, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Klusterisasi Pencalonan Pilkada, PDIP Kejar Daerah Bersuara di Bawah 10 Persen

    Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto

    Jakarta, Jurnas.com – Sejumlah kandidat mungkin harap-harap cemas, apakah namanya akan masuk sebagai calon kepala daerah usungan PDI Perjuangan di Pilkada Serentak, 9 Desember 2020.

    Nah, dalam mengusung calon, partai besutan Megawati Soekarnoputri membuat klusterisasi daerah yang dibagi menjadi tiga.

    Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan, klaster pertama adalah daerah yang bisa mengusung sendiri karena raihan suara partai di wilayah itu setidaknya 20 persen.

    Klaster kedua, lanjutnya, adalah yang raihan suara partai di angka 10-20 persen, dan klaster ketiga adalah yang di bawah 10 persen. 

    “Nah, sekarang yang di bawah 10 persen ini baru kami kejar. Karena untuk yang 20 persen kami sudah bisa melakukan itu,” kata Hasto di sela-sela Rakor Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP, di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

    Saat ini, jelas Hasto, pihaknya sedang mengerucutkan nama-nama calon di kategori tiga atau wilayah yang raihan suara partai di bawah 10 persen.

    “Nama-nama terpilih akan segera diumumkan di dalam waktu dekat,” kilah Hasto.

    Menurut Hasto, pihaknya membagi calon kepala daerah yang akan diusung ke dalam tiga klaster.

    PDIP sendiri, memandang pilkada sebagai mekanisme untuk mendorong kader-kader partai dalam menunjukkan tanggungjawabnya memimpin rakyat. Pilkada juga menjadi wahana mewujudkan semangat gotong royong.

    Ditanya, apakah benar PDIP kesusahan untuk mencapai kesepakatan pengusungan calon kepala daerah di tingkat provinsi (Pemilihan Gubernur)? 

    Hasto menjawabnya, calon gubernur-wakil gubernur memang pertimbangan memang lebih panjang karena menyangkut kepentingan nasional. Sebab dalam konteks konstruksi pemerintahan NKRI, gubernur adalah kepanjangan tangan presiden.

    Makanya, komunikasi politik dan upaya melihat rekam jejak seluruh calon memang harus lama. Dan proses itu dikaitkan dengan upaya mengedepankan persatuan nasional dengan spirit gotong royong.

    “Maka disitu kami juga terus membangun komunikasi politik dengan partai lain. Selain itu kita juga harus melihat faktor elektoral, faktor elektabilitas. Karena ini pemilunya rakyat,” ujarnya. 

    PDIP juga memiliki idealisme mendorong kader sendiri, namun di saat bersamaan mengakui rakyat yang akan menjadi hakim tertinggi saat pemilihan. Itu sebabnya faktor elektabilitas juga jadi pertimbangan. 

    Satu hal yang ditegaskan Hasto, PDIP akan memastikan siapa pun kepala daerah yang akhirnya diusung, itu bukanlah dengan spirit individualisme, melainkan penugasan berbasis ideologi. Maka itu, seluruh calon wajib memenuhi seluruh tahapan, termasuk mengikuti sekolah calon kepala daerah.

    “Seluruh calon harus memenuhi seluruh tahapan-tahapan yang dilakukan oleh partai, termasuk sekolah para calon kepala daerah yang dilakukan oleh PDI Perjuangan,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto mengatakan pihaknya berencana mulai mengumumkan daftar calon kepala daerah yang diusung di Pilkada 2020 yang kemungkinan dilaksanakan mulai 11 Juli hingga 18 Juli mendatang. Sejauh ini, ada 162 calon kepala daerah yang belum diumumkan secara resmi oleh partainya.

    TAGS : Pilkada Serentak PDI Perjuangan Ideologi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/75247/Klusterisasi-Pencalonan-Pilkada-PDIP-Kejar-Daerah-Bersuara-di-Bawah-10-Persen/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleStatus Hagia Sophia Diubah Jadi Mesjid Disebut Provokasi
    Next Article Iran Tetap Kembangkan Industri Minyak Meski Disanksi AS
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 25 Aplikasi Penghasil Uang Terbaik 2026, Terbukti Membayar dan Aman
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.