Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Koalisi Partai Utama Pakistan Desak Pilpres Ulang
    News

    Koalisi Partai Utama Pakistan Desak Pilpres Ulang

    July 28, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Koalisi Partai Utama Pakistan Desak Pilpres Ulang

    Imran Khan (Foto: AFP)

    Islamabad – Partai-partai utama Pakistan menolak hasil pemilihan presiden yang dimenangkan oleh Imran Khan, dan mengumumkan unjuk rasa menuntut jajak pendapat baru pada Jumat (27/7), setelah pengamat asing mencium adanya kecurangan.

    Pengumuman tersebut disampaikan oleh All Parties Conference (APC), termasuk Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) yang keluar dari koalisi Khan. Karena itu, kini Khan harus mencari koalisi baru untuk membentuk pemerintahan.



    Pemilihan nasional yang diadakan Rabu lalu telah dikritik oleh Amerika Serikat, Uni Eropa dan pengamat lainnya, pasca diklaim adanya keterlibatan militer dalam mendukung Khan.

    Pemilihan tersebut dijuluki sebagai “pemilihan paling kotor di Pakistan” tetapi untuk saat ini, kemenangan Khan merupakan akhir dari beberapa dekade kepemimpinan yang berputar antara PML-N dan Partai Rakyat Pakistan (PPP) yang disela oleh periode kekuasaan militer.

    Baca juga :

    • Prabowo Siap Tak Nyapres, Jika…
    • Anies Baswedan jangan Khianati Warga Jakarta
    • Fadli: Final, Prabowo 100 Persen Maju Capres

    PML-N dan pihak-pihak lain telah menuduh adanya kecurangan secara terang-terangan atas penghitungan suara.

    “Kami pikir perampokan telah dilakukan,” Maulana Fazalur Rehman, kepala partai agama Jamiat Ulema-e-Islam (JUI-F), mengatakan kepada wartawan dilansir dari AFP.

    “Kami akan menjalankan gerakan untuk mengadakan pemilihan lagi. Akan ada protes. Kami tidak akan membiarkan demokrasi disandera oleh negara,” katanya, yang maksudnya berarti militer.

    PML-N, yang mengklaim itu adalah target manipulasi militer, mengatakan akan bergabung dalam protes meskipun tidak ada tanggal yang segera diumumkan.

    “Saya sepenuhnya setuju dengan itu. Jenis penyimpangan terburuk telah dilakukan, yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata pemimpin partai Shahbaz Sharif.

    Namun, Sharif mengatakan dia perlu berkonsultasi dengan pimpinan partainya mengenai keputusan oleh APC untuk tidak mengambil sumpah dalam anggota parlemen.

    TAGS : Pakistan Pilpres Imran Khan

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/38444/Koalisi-Partai-Utama-Pakistan-Desak-Pilpres-Ulang/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTrump Bantah Pertemuan Kongkalikong dengan Rusia
    Next Article Australia Jadi Tuan Rumah Latihan Angkatan Udara Terbesar
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Tokopedia PHK karyawan menjadi sorotan (Ilustrasi/AI)

    Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    July 2, 2026
    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google
    • Samsung Galaxy Z Fold 8 Kapan Rilis? Ini Bocoran dan Fitur Terbarunya
    • Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.