Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kondisi Ketungan Kini, Ibarat 3T
    Ekonomi

    Kondisi Ketungan Kini, Ibarat 3T

    November 24, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kondisi Ketungan Kini, Ibarat 3T 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kondisi Ketungan Kini, Ibarat 3T 2
    Museum Subak Sanggulan di Tabanan menggelar seminar terkait Koleksi Ketungan. (BP/bit)

    TABANAN, BALIPOST.com – Sebagai daerah lumbung beras Bali, Kabupaten Tabanan memiliki jejak peninggalan budaya agraris dari awal sampai pascapanen. Ada perlengkapan berupa jineng ketungan dan lesung.

    Sayangnya, seiring perkembangan jaman, budaya agraris tradisipun mengalami perubahan struktural dan keberadaannya hampir punah. Mengangkat lagi keberadaan budaya agraris, Museum Subak Sanggulan menggelar seminar kajian koleksi ‘Ketungan,’ Selasa (24/11).

    Ketua UPTD Museum Subak, Tabanan, Ida Ayu Pawitrani mengatakan, budaya agraris saat ini telah mengalami pergeseran. Meski sudah terpinggirkan, budaya agraris salah satunya ketungan digunakan sebagai sarana pertunjukan kesenian.

    Terkait kajian koleksi ‘ketungan’ menghadirkan empat pembicara, salah satunya Ketua Listibya Tabanan, I Made Wardana. Wardana memaparkan jika keberadaan ketungan kini kondisinya memprihatinkan dan tidak lagi berfungsi bahkan hampir punah.

    Bahkan dari hasil pengamatan di daerah rejasa Tengkudak, Pura Luhur Batukau, Baturiti, Kediri dan Kaba-kaba, Ketungan diletakkan di sembarang tempat, sehingga ketungan gampang dicari rayap hingga menjadi rusak, dan dijadikan tempat duduk dengan dibalik.

    Lanjut kata Wardana, di sejumlah daerah kondisi Ketungan ibarat 3T (Terpojok, Terpinggirkan dan Tidak Terpakai).

    “Perkembangan kepariwisataan di Bali yang sangat pesat serta era globalisasi dan modernisasi telah mengubah peranan sektor pertanian di Tabanan, dan proses kegiatan di sawah padi menjadi beras banyak menggunakan mesin,” terangnya. (Puspawati/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleDikritik Soal Utang Negara, Sri Mulyani Siap Blak-blakan Tiap Minggu
    Next Article Jelang HUT OPM, TNI-Polri Akan Patroli Besar-Besaran di Papua
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.