Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Konglomerat PT Djarum Surati Jokowi Tolak PSBB, YLKI Bilang Begini
    News

    Konglomerat PT Djarum Surati Jokowi Tolak PSBB, YLKI Bilang Begini

    September 13, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Konglomerat PT Djarum Surati Jokowi Tolak PSBB, YLKI Bilang Begini 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 14 September 2020. Usulan itu pun banyak ditentang oleh kalangan pengusaha. Salah satunya adalah Budi Hartono (BH) yang merupakan bos PT Djarum.

    Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi beranggapan, dari sisi kesehatan masyarakat dan politik pengendalian pandemi, PSBB adalah suatu keniscayaan, saat pandemi Covid-19 di Jakarta kian eskalatif.

    “Suatu hal yang paradoks jika PSBB Jakarta masih menjadi obyek debat kusir antar elit. Bahkan samapai Budi Hartono berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

    Menurut Tulus, dalam menangani pandemi Covid-19, nyawa dan juga keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas pertama, tak ada kompromi lagi. Namun anehnya, menjadi lebih absurd lagi dengan adanya penolakan PSBB oleh bos PT Djarum.

    “Penolakan BH terhadap pelaksanaan PSBB tersebut lebih mencerminkan kepentingan bisnisnya,” ungkap Tulus dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9).

    Melambungnya jumlah warga yang terpapar Covid-19 seharusnya menjadi ancaman keras bagi semua pihak, bahwa selama ini ada yang salah dalam menangani dan mengendalikan wabah Covid-19 di Indonesia, dan terutama di DKI Jakarta.

    “Musababnya minimal ada dua, pertama pemerintah terlalu grasak-grusuk dalam membuka keran ekonomi, sementara aspek pengendalian belum memenuhi syarat sebagaimana standar yang ditetapkan WHO,” tuturnya.

    Misalnya soal positivity rate di bawah 5 persen, lalu tingkat kepatuhan masyarakat yang masih lemah, khususnya dalam menggunakan masker dan menjaga jarak.

    “Oleh karena itu, PSBB Jakarta edisi September 2020 harus menjadi pertaruhan terakhir untuk mengendalikan wabah Covid-19 di Jakarta,” imbuhnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSaat PSBB, Pelaku Pariwisata dan Ekraf Harus dapat Ruang Produktif – KRJOGJA
    Next Article Sosialisasi Empat Pilar, MPR Gelar Wayang Golek di Kabupaten Bogor
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.