Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»KPK Ingatkan Menag Lukman Hakim Soal Kartu Nikah
    News

    KPK Ingatkan Menag Lukman Hakim Soal Kartu Nikah

    November 14, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    KPK Ingatkan Menag Lukman Hakim Soal Kartu Nikah

    Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin untuk meninjau ulang terkait pengadaan kartu nikah kepada warga yang akan dimulai pada November 2018.

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, pembuatan kartu nikah tersebut dikhawatirkan berujunng tidak efektif dan bermasalah dengan hukum. Hal itu mengingat proyek kartu nikah itu yang murah.



    “Maka sebaiknya dikaji dulu. Jawabanya yang disarankan sebenarnya ialah kembali menata status kependudukan di e-KTP saja, juga bisa,” kata Saut, ketika dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (14/11).

    Disamping itu, Saut juga menyoroti keberadaan buku nikah yang tetap ada meski pemerintah akan membuat kartu nikah. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu alasan KPK meminta pengadaan kartu nikah ini ditinjau ulang.

    Baca juga :

    • Peserta Kirab Pemuda 2018 Akan Dijamu Wapres Jusuf Kalla
    • APT Pranoto Kembali Beroperasi untuk Rute Langsung Jakarta
    • Mengintip Teknologi Augmented Reality di STAFair 2018

    “Itu sebabnya dikaji lagi saja, philosophy hingga itu (kartu nikah) mau dibuat apa?” kata Saut.

    Saut menegaskan, pengadaan kartu nikah itu tidak hanya sekedar berubah dari kertas menjadi plastik. Dimana, hal tersebut berkaca dari proyek pengadaan e-KTP, yang faktanya tak sesuai perencanaan dan justru terjerat kasus tindak kejahatan korupsi.

    Dengan demikian, kata Saut, KPK merekomendasikan beberapa hal, yakni mendorong pemerintah mengelola data status kependudukan dengan efesien, efektif, cepat, dan murah.

    Selain itu, KPK mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, untuk hati-hati mengelola uang rakyat.

    “KPK meminta pemerintah untuk bisa memilih program apa yang lebih prioritas untuk dikerjakan. Tapi lagi-lagi itu pilihan stakeholders,” katanya.

    Sebelumnya, Kementerian Agama akan meluncurkan kartu nikah bersamaan dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) berbasis website yang digunakan Kantor Urusan Agama untuk mengelola administrasi pencatatan nikah.

    Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Mohsen menjelaskan penerbitan kartu nikah berbasis teknologi informasi (smart card) bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di bidang pencatatan nikah dengan basis data yang terintegrasi.

    Mohsen menjelaskan kartu nikah diberikan bersama buku nikah kepada pasangan yang telah menikah setelah aplikasi Simkah berbasis website diluncurkan pada Kamis (8/11) lalu.

    Untuk tahun ini penerbitan kartu nikah akan diperuntukkan pada beberapa kota besar provinsi seluruh Indonesia sebagai proyek percontohan seiring dengan progres penggunaan Simkah berbasis website. Sedangkan pada tahun depan direncanakan  diterbitkan sebanyak dua juta kartu nikah.

    Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan kartu nikah yang akan diterbitkan oleh Kementerian Agama tidak akan menjadi pengganti atau bahkan menghapus buku nikah.

    Lukman mengatakan kartu nikah hanya untuk memudahkan sistem informasi jika suatu saat diperlukan dalam keadaan tertentu.

    Lukman menjelaskan kartu yang rencananya akan diterbitkan akhir November ini nantinya berisi semua pencatatan dan peristiwa pernikahan. Semua data itu akan terintegrasi dalam aplikasi Simkah.

    TAGS : Kartu Nikah Menteri Agama Kasus Korupsi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/43868/KPK-Ingatkan-Menag-Lukman-Hakim-Soal-Kartu-Nikah/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTrump Kecam Presiden Perancis di Twitter
    Next Article Myanmar di Mata Etnis Rohingya Masih Bagai `Neraka`
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Tokopedia PHK karyawan menjadi sorotan (Ilustrasi/AI)

    Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    July 2, 2026
    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    June 30, 2026
    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?
    • Sarah Gibson Diselingkuhin? Ini Kronologinya hingga Direspons Tengku Dewi
    • Pengumuman UMPTKIN 2026 UIN Mataram Dirilis, Berikut Hasilnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.