Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»KPK Kok Nggak Galak ke Ganjar Pranowo, Olly, dan Yasonna?
    News

    KPK Kok Nggak Galak ke Ganjar Pranowo, Olly, dan Yasonna?

    December 16, 2017No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    KPK Kok Nggak Galak ke Ganjar Pranowo, Olly, dan Yasonna? 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    KPK Kok Nggak Galak ke Ganjar Pranowo, Olly, dan Yasonna?

    Ketum Golkar Setya Novanto menjalani sidang perdana kasus korupsi KTP elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12). (Anadolu)

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk terus mengembangkan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Penetapan Setya Novanto sebagai tersangka diharapkan tak menjadi akhir pengusutan kasus yang diduga merugikan negara Rp 2,3 triliun ini.

    Demikian disampaikan pengamat hukum Asep Iwan Iriawan, dalam diskusi bertajuk `Setnov Effect`, di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (16/12/2017). Ditegaskan Asep, lembaga antikorupsi harus menindaklanjuti sejumlah pihak yang diduga terlibat dan diuntungkan dari proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

    Bukan tanpa alasan hal itu disampaikan Asep. Pasalnya, diyakini Asep, ‎ada pihak lain yang memiliki peran besar dalam proyek e-KTP.

    “KPK jangan hanya garang terhadap Setya Novanto, tapi buka yang lain juga. Ada yang lebih gede sebenarnya,” tegas Asep.

    Menurut Asep, KPK dapat menindaklanjuti sejumlah nama politisi dan birokrat yang pernah muncul dalam dua surat dakwaan sebelumnya. Seperti nama politikus PDIP, Ganjar Pranowo dan Yasonna Laolly.

    Dalam dakwaan terhadap dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irman dan Sugiharto, setidaknya terdapat empat nama politisi PDIP yang ikut menerima sejumlah uang panas e-KTP. Yakni, ‎Olly Dondokambe disebut menerima 1,2 juta dollar AS;‎ Arif Wibowo menerima 108.000 dollar AS; Ganjar Pranowo menerima 520.000 dollar AS; dan Yasonna Laolly menerima 84.000 dollar AS.

    “Misal yang sekarang sudah jadi gubernur, sebut saja Ganjar, dia sudah nyangkal, tapi KPK harus cari buktinya. Yasonna misalnya,” ujar dia.

    Dikatakan Asep, hilangnya nama sejumlah politikus, termasuk politikus PDIP dalam surat dakwaan terdakwa Setya Novanto, bukan berarti dugaan keterlibatan mereka hilang juga. Lembaga antikorupsi, kata Asep, harus lebih mengintensifkan proses penyidikan dan menguatkan bukti agar mereka yang disebut tak lolos jeratan pesakitan.

    “Dengan tidak disebut namanya, bukan berarti dia tidak bisa naik status,” tandas Asep.

    Dalam kesempatan yang sama, Politisi Golkar Dave Laksono meminta KPK untuk berlaku seadil-adilnya dalam mengungkap nama-nama yang terlibat dalam kasus korupsi e-KTP.

    “Aparat juga harus adil. Jangan berlindung di dalam kekuasaan yang besar. Dan merasa terlindungi,” tegas Dave.

    Ditekankan Dave, jika KPK tidak membuka kasus tersebut secara tuntas maka dapat dipastikan lembaga antirasuah itu bermain politik bilah bambu atau tebang pilih.

    Terlabih banyak perlawanan terhadap KPK lantaran dalam pengungkapan kasus korupsi kerap berbau politis.

    “Saya bukan menuduh tapi saya minta aparat nih benar-benar adil, buka lapisan-lapisan siapa yang terima dana, siapa yang menikmati. Jadi buka siapa aja bukan hanya Setya Novanto. Buka sedetil-detilnya,” ungkap Dave.

    Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail, sebelumnya mempertanyakan hilangnya sejumlah nama politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari surat dakwaan Setya Novanto. Politikus PDIP yang disebut Maqdir hilang itu yakni ‎Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

    Saat proyek e-KTP bergulir,Yasonna dan Ganjar ‎duduk di Komisi II DPR. Sementara Olly merupakan pimpinan Badan Anggaran DPR.

    “Kenapa kok tiba-tiba di perkara ini namanya hilang, namanya Ganjar yang menerima uang hilang. Bukan hanya Pak Ganjar, Yasonna Laoly hilang, Olly Dondokambey hilang. Apa yang terjadi, negosiasi apa yang dilakukan oleh KPK,” ungkap Maqdir usai sidang pembacaan dakwaan Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (13/12/2017) malam.‎‎

    TAGS : KPK Korupsi e-KTP Tebang Pilih Pengamat

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/26425/KPK-Kok-Nggak-Galak-ke-Ganjar-Pranowo-Olly-dan-Yasonna/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePeringatan Dini Tsunami Akhirnya Dicabut
    Next Article Cucun Syamsulrijal Minta Anggota Parlemen Teladani Otista
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.