Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»KPK Surati KPUD se-Indonesia, Minta Anggaran Pilkada Serentak
    News

    KPK Surati KPUD se-Indonesia, Minta Anggaran Pilkada Serentak

    December 30, 2017No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    KPK Surati KPUD se-Indonesia, Minta Anggaran Pilkada Serentak 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    KPK Surati KPUD se-Indonesia, Minta Anggaran Pilkada Serentak

    Gedung KPK

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan berbagai upaya agar gelaran Pilkada Serempak 2018 berjalan tanpa adanya praktik rasuah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan menyurati Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yang didaerahnya dilakukan kontestasi tersebut.

    “Untuk pilkada 2018, kita sudah kirimkan surat ke seluruh KPUD yang daerahnya dilakukan pilkada serentak,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (30/12/2017).

    Dalam surat yang dilayangkan itu, kata Febri, pihaknya ingin melihat mata anggaran untuk tahun 2018 di KPUD tersebut. Selain itu, untuk mengetahui implemntasi beberapa mata anggaran.‎

    “Kami minta mata anggaran untuk tahun 2018 di KPUD tersebut untuk melihat lebih jauh bagaimana aspek penganggaran atau implemntasi beberapa mata anggaran di pilkada serentak besok,” ujar Febri.

    Menurut Febri, langkah tersebut merupakan bagian aspek pencegahan yang dilakukan pihaknya terkait Pilkada Serempak. Tak hanya KPK, pengawasan terhadap daerah perlu dilakukan oleh instansi terkait lainnya. “Pengawasan terhadap daerah perlu dilakukan bersama,” tutur Febri.

    Selama ini, KPK menjalankan fungsi trigger mechanism melalui koordinasi dan supervisi ‎pencegahan (Korsupgah) dengan berbagai instansi terkait. Tak hanya dengan daerah-daerah yang rawan korupsi, tetapi juga dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Salah satunya untuk memperkuat peran Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang selama ini dinilai tak berdaya menghadapi korupsi di daerah masing-masing.

    Hal ini tidak terlepas dari kedudukan APIP yang diangkat dan diberhentikan oleh kepala daerah.  “Posisi KPK melalui korsupgah menjalankan fungsi trigger mechanism.Peran Kemdagri dan revitalisasi fungsi APIP juga sangat penting‎,” terang Febri.‎

    2018 yang disebut tahun politik, disadari KPK merupakan tahun penting bagi Indonesia. Selain 171 daerah mengelar Pilkada, tahun ini juga merupakan persiapan menghadapi Pileg dan Pilpres 2019. KPK‎ meminta dan berharap proses politik yang terjadi di tahun politik ini tidak diwarnai dengan korupsi atau transaksional lainnya.

    Ditegaskan Febri, politik transaksional mereduksi tujuan utama dari demokrasi. Yakni, kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. “‎Selain itu juga kita terus mengingatkan pihak-pihak yang mengikuti proses pilkada ini benar-benar menjalani proses demokratisasi yang sehat, jadi bukan demokratisasi yang punya unsur korupsi, karna tentu itu akan merusak proses demokrasi tersebut,” tandas Febri.‎

    Hal tak jauh berbeda juga disampaikan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. Saut mengamani jika pihaknya turut mengawasi pengelolaan anggaran agar tidak diselewengkan oleh penyelenggara negara yang merugikan keuangan negara.
    Dengan kewenangan yang dimiliki, kata Saut, KPK akan terus berkoordinasi dengan penyelenggara Pemilu dan aparat penegak hukum lainnya seperti kepolisian dan kejaksaan.

    “Sudah barang tentu kerja kerja KPK harus didasari kewenangan yang dimilikinya dengan target penyelenggara negara dan kerugian negara. Bila dalam kaitan pelaksanaan Pemilu, kewenangan KPK tentu dikaitkan dengan penyelenggara dan pengawasan pemilihan. Sejauh ini KPK telah dan akan terus  koordinasi dengan penyelenggara pemilihan, demikian juga dengan pihak  aparat penegak hukum Polri dan  Kejaksaan,” ungkap Saut.‎

    TAGS : KPK Pilkada 2018 KPU KPUD

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27126/KPK-Surati-KPUD-se-Indonesia-Minta-Anggaran-Pilkada-Serentak-/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article529 Orang Tewas Akibat Kecelakaan pada 2017
    Next Article KPK akan Tegas Tindak Penyelenggara Pilkada 2018, Pileg, dan Pilpres 2019
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.