Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»La Nina, Curah Hujan Tinggi hingga Februari
    News

    La Nina, Curah Hujan Tinggi hingga Februari

    October 29, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    La Nina, Curah Hujan Tinggi hingga Februari 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan berlangsung pada periode Desember 2021 sampai Januari 2022. Peningkatan curah hujan setiap bulan mencapai 20 sampai 50 persen. Selain dinamika meteorologis lokal, peningkatan curah hujan dipengaruhi fenomena suhu lautan Pasifik La Nina.

    Data BMKG menunjukkan, indeks La Nina terus meningkat. Yakni, 0,5 pada Agustus; 0,55 pada September; dan 0,61 pada Oktober. Indeks itu menunjukkan bahwa La Nina telah melewati ambang batas normal.

    Meski demikian, menurut Deputi Meteorologi BMKG Guswanto, indeks La Nina masih dikategorikan lemah. ”Kategorinya lemah sampai sedang,” jelas Guswanto kepada Jawa Pos kemarin (28/10).

    Guswanto mengatakan, berdasar analisis perbandingan dengan kejadian La Nina 2020, curah hujan meningkat pada November–Desember–Januari, terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga NTT, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan. BMKG memprediksi La Nina tahun ini relatif sama. Dampak yang akan ditimbulkan, antara lain, peningkatan curah hujan bulanan berkisar 20–50 persen di atas normal.

    Dengan peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut, perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. ”Untuk puncak musimnya pada bulan Desember–Januari,” jelas Guswanto.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, kondisi peningkatan anomali cuaca harus dipersiapkan setidaknya hingga Februari 2022. Pemerintah daerah, masyarakat, serta pihak yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air seperti sungai, danau, dan drainase harus bekerja sama mengurangi risiko bencana. Misalnya, banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung, maupun terjadinya badai tropis.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSoal ‘Road Map’ Transisi Energi, Pemerintah Pertimbangkan Semua Hal dan Kepentingan – KRJOGJA
    Next Article Ralali.com Hadirkan PO Kedua BTS Hangeul Message Chocolate dengan Sweet Bus Tour Keliling 6 Kota – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.