Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»LGES berencana bangun pabrik baterai senilai Rp19,9 triliun di Arizona
    Automotive

    LGES berencana bangun pabrik baterai senilai Rp19,9 triliun di Arizona

    March 27, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    LGES berencana bangun pabrik baterai senilai Rp19,9 triliun di Arizona 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) –

    LG Energy Solution (LGES), pemasok untuk pembuat mobil listrik Tesla dan Lucid, mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk menginvestasikan 1,7 triliun won Korea (sekitar Rp19,9 triliun) untuk membangun pabrik baterai di Arizona pada tahun 2024.

    Baca juga: Tesla dilaporkan tarik 947 kendaraan di AS

    Hal tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi permintaan dari “perusahaan rintisan terkemuka” dan pelanggan Amerika Utara lainnya.


    Ini akan menjadi pabrik Amerika Serikat pertama yang membuat sel silinder, jenis baterai yang telah digunakan di kendaraan Tesla dan Lucid, kata LGES, dikutip dari Reuters, Minggu.

     

    Konstruksi akan dimulai pada kuartal kedua 2022, dengan produksi massal akan dimulai pada 2024 dengan kapasitas produksi 11 gigawatt jam, kata LGES dalam sebuah pernyataan.

     

     

    LGES mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya berencana untuk mempertimbangkan mengamankan kapasitas produksi tambahan di pabrik Arizona di masa depan.

     

    “Pabrik Arizona dapat menambah kapasitas produksi lebih lanjut di masa depan karena kami melihat meningkatnya permintaan untuk baterai silinder dari berbagai pelanggan, termasuk pembuat mobil dan pembuat alat listrik,” kata seorang pejabat di LGES.

     

    Chief Executive Officer Tesla Elon Musk mengatakan produksi baterai akan menjadi “faktor pembatas” untuk produksi kendaraan dalam dua hingga tiga tahun. Dia telah meminta pemasok untuk meningkatkan produksi, sementara Tesla mulai membuat sel sendiri.

     

    Tesla, Lucid dan Proterra tidak segera menanggapi permintaan komentar. Philip Morris menolak berkomentar.

     

    Pewarta: Fathur Rochman
    Editor: Ida Nurcahyani
    Copyright © ANTARA 2022

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePascabebas Karantina, Imigrasi Sebut Kedatangan PPLN di Bandara Ngurah Rai Naik Signifikan
    Next Article Talenta Wirausaha BSI Siap Cetak Entrepreneur di Yogyakarta agar Naik Kelas – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.