Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Liga Inggris Tidak Kompetitif Lagi
    News

    Liga Inggris Tidak Kompetitif Lagi

    February 12, 2018No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Liga Inggris Tidak Kompetitif Lagi

    Liga Inggris

    Oleh: Muhamad Ridlwan

    (Pengamat sepakbola)

    Liga Primer musim ini tak ubahnya seperti Liga Jerman. Sisa pertandingan masih cukup banyak, tapi kita sudah bisa dengan mudah menebak siapa yang bakalan juara.

    Liga Inggris sudah memasuki pekan ke 27, dan masih ada 23 pertandingan lagi yang harus dilakoni. Tapi di pertengahan musim ini, Manchester City sudah meninggalkan jauh lawan-lawannya. Manchester United dan Chelsea yang di awal-awal musim digadang-gadang bisa berebut tempat teratas dengan Manchester City terpaut dengan jumlah poin yang sangat signifikan.

    Untuk menggusur Mancherter City dari puncak klasemen, MU harus mengoleksi 17 poin, sementara Chelsea harus mengumpulkan 23 poin. Bagi sebagian orang, mungkin terlalu dini kalau Mourinho dan Conte memutuskan melempar handuk. Bagi pelatih sekaliber Mourinho yang terkenal ambisius, belum saatnya dia menyatakan menyerah.

    Tapi di atas kertas, Mourinho seperti dipaksa memeluk gunung. Dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, Mourinho tidak mampu meracik MU berada dalam level yang kompetitif.

    Mourinho bisa dibilang cukup berhasil membenahi lini pertahanan. Jumlah kebobolan MU paling sedikit ketimbang tim-tim yang lain. MU memiliki rekor kebobolan gol hanya 19, lebih rendah satu poin dari Mancheter City.

    Tapi Mourinho tidak memiliki ramuan jitu untuk memaksimalkan anak buahnya memetik angka di mulut gawang. Terlalu banyak peluang yang dibuang sia-sia. Romelu Lukaku yang sempat menjanjikan di laga-laga perdana, kini mulai melempem.

    Mourinho juga gagal membesarkan pemain muda. Karakter kepelatihan Mourinho berbeda dengan pelatih pendahulunya, Sir Alex Ferguson. Di tangan Opa Fergie, banyak pemain muda yang berhasil dibesut menjadi pesebakbola yang handal. Ronaldo, David Beckham dan Ryan Giggs mengakui kalau mereka banyak berutang budi pada Opa Fergie. Poupularitas ketiga pemain ini mulai melejit ketika memperkuat MU bersama Fergie.

    Kurang potensial apa pemain muda MU sekelas Marcus Rashford. Tapi Mourinho sepertinya kehilangan “sumbu panjang” untuk membesarkan namanya. Mourinho seolah kebingungan apa yang harus dia lakukan untuk menggembleng pemain muda.

    Di bawah besutan Mourinho, MU tidak bisa lari kencang mengejar Manchester City. Mesin golnya tidak bekerja secara maksimal, sehingga dari satu pertandingan ke perandingan berikutnya, MU bukannya makin mendekat tapi malah makin memperlebar jarak dengan sang pemuncak klasemen.

    Kondisi seperti ini tidak saja menghantui MU, tapi juga The Big Four yang lain. Inilah kenapa saya menyebut di awal tulisan bahwa Liga Inggris musim ini tidak memantik atmosfer yang kompetitif.

    Selisih angka yang terlalu jauh antara peringkat pertama dengan runner up yang mencapai 16 poin mencerminkan bahwa persaingan yang ketat bukan lagi menjadi sajian utama dalam Liga Inggris.

    Liga Primer turun pamornya. Dia tidak pantas lagi menyandang status sebagai ajang sepakbola paling kompetitig di dunia. Apa yang tersaji dalam Liga Inggris hingga pertengahan musim ini bukan lagi perebutan puncak klasemen tapi dominasi Manchester City atas tim yang lain.

    Pihak penyelenggara gagal menyuguhkan tontonan yang seru dan penuh ketegangan dimana antara satu klub dengan klub yang lain saling salip merebut tangga juara. Apa yang terjadi di Bundesliga selama bertahun-tahun kini mulai mewabah ke Liga Inggris,

    Jauh-jauh hari sebelum dimulai penyelenggaran Liga Jerman, semua orang hampir pasti menjagokan Bayern Munchen sebagai juaranya. Di Bundesliga, kita tidak perlu repot-repot membuat analisa pertandingan, toh pada akhirnya juaranya lagi-lagi jatuh ke tangan Die Roten.

    Jika musim ini Manchester City terlampau sulit untuk disaingin, kita berharap musim depan Liga Inggris betul-betul menjadi perhelatan yang ketat dan penuh persaingan, dan bukan menjadi ajang dominasi.

    TAGS : Liga Inggris Sepakbola

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/29080/Liga-Inggris-Tidak-Kompetitif-Lagi/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePejuang HAM Pakistan Asma Jahangir Tutup Usia
    Next Article JR Saragih-Ance Tak Lolos, Pilgub Sumut Diikuti Dua Pasang Calon
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya (Ilustrasi/AI)

    Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya

    June 12, 2026
    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026 (Ilustrasi/AI)

    Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?

    June 10, 2026
    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • KPop Demon Hunters Sukses Menarik Perhatian di 2026
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.