Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»International»Makin Banyak Ditemukan Kasusnya, Inggris Sebut Subvarian Delta Kemungkinan Lebih Menular
    International

    Makin Banyak Ditemukan Kasusnya, Inggris Sebut Subvarian Delta Kemungkinan Lebih Menular

    October 23, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Makin Banyak Ditemukan Kasusnya, Inggris Sebut Subvarian Delta Kemungkinan Lebih Menular 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Makin Banyak Ditemukan Kasusnya, Inggris Sebut Subvarian Delta Kemungkinan Lebih Menular 2
    Doreen Vickers, 83 tahun, menunggu saat seorang tenaga kesehatan mengisi jarum suntik dengan dosis vaksis Oxford/AstraZeneca COVID-19 di Appleton Village Pharmacy, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Widnes, Inggris, Kamis (14/1/2021). (BP/Antara)

    LONDON, BALIPOST.com – Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada Jumat (22/10) mengonfirmasi bahwa subvarian Delta (Delta AY.4.2) ditetapkan sebagai varian dalam penyelidikan (VUI) pada 20 Oktober 2021. Subvarian ini resmi dinamai VUI-21OCT-01.

    UKHSA mengatakan penetapan itu dibuat lantaran subvarian tersebut menjadi semakin sering ditemukan di Inggris dalam beberapa bulan terakhir. Dilansir dari Kantor Berita Antara, ada sejumlah bukti awal, mutasi itu kemungkinan memiliki tingkat perkembangan yang tinggi di Inggris ketimbang Delta.

    Hingga 20 Oktober tercatat 15.120 kasus subvarian Delta di Inggris sejak pertama kali ditemukan pada Juli. Subvarian tersebut menyumbang sekitar 6 persen dari total kasus selama sepekan terakhir.

    Kasus dikonfirmasi lewat pengurutan genom dilakukan di sembilan kawasan Inggris. UKHSA mengatakan sedang mengawasinya secara cermat, meski varian Delta versi asli “masih sangat dominan” di negara tersebut, yakni hampir 99,8 persen dari total kasus.

    Meski bukti masih bermunculan, sejauh ini subvarian tersebut tampaknya tidak menyebabkan penyakit menjadi lebih parah atau membuat vaksin yang digunakan saat ini menjadi kurang ampuh.

    “Virus kerap bermutasi secara acak, dan tidak disangka bahwa varian-varian baru akan terus muncul selama pandemi berlangsung, terutama saat angka kasus masih tinggi,” kata CEO UKHSA Dr Jenny Harries.

    Berdasarkan data terkini, lebih dari 86 persen orang berusia 12 ke atas di Inggris sudah mendapatkan dosis pertama vaksin. Sekitar 79 persen telah menerima dosis kedua. (kmb/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKredit Berbasis ESG Disalurkan BRI Lampaui Rp 588 Triliun
    Next Article TAF Flex kembangkan fitur baru
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel (Ilustrasi/AI)

    Flotilla Gaza Kembali Jadi Sorotan Dunia Usai Dicegat Israel

    May 26, 2026
    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran (Ilustrasi/AI)

    Kuwait Masuk Pusaran Ketegangan AS dan Iran, Ini Pemicunya

    May 8, 2026
    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran (Ilustrasi/AI)

    Senjata Nuklir Masih Jadi Sorotan di Konflik AS-Iran

    April 24, 2026
    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz (Ilustrasi/AI)

    Selat Malaka Lebih Strategis dari Selat Hormuz, Benarkah?

    April 9, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.