Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Makin Meningkat dan Mengkhawatirkan! Keterisian ICU dan Isolasi untuk Pasien COVID-19
    News

    Makin Meningkat dan Mengkhawatirkan! Keterisian ICU dan Isolasi untuk Pasien COVID-19

    January 5, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Makin Meningkat dan Mengkhawatirkan! Keterisian ICU dan Isolasi untuk Pasien COVID-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Makin Meningkat dan Mengkhawatirkan! Keterisian ICU dan Isolasi untuk Pasien COVID-19 2
    Tangkapan layar keterisian ICU dan ruang isolasi untuk pasien COVID-19 di seluruh Indonesia. (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Keterisian ruang ICU dan isolasi untuk pasien COVID-19 secara nasional usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) semakin meningkat dan mengkhawatirkan. Dalam data yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19 Nasional, di Indonesia rata-rata keterisian ICU dan isolasinya mencapai 67,61 persen.

    Menurut Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito dalam evaluasi mingguan yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1) dipantau dari Denpasar, di beberapa daerah keterisian per 2 Januari sudah mencapai di atas 70 persen. Ia merinci di antaranya terjadi di DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

    “Hal ini dapat menjadi alarm bagi kita bahwa kita sedang dalam keadaan darurat yang ditandai dengan ketersediaan tempat tidur yang makin menipis,” tegasnya.

    Ia menyebutkan perlu dipahami bersama bahwa masih tersisanya tempat tidur bagi pasien COVID-19 ini belum tentu bisa diisi karena keterbatasan tenaga kesehatan. “Apalagi saat ini sudah ada 237 dokter yang meninggal. Trennya cenderung meningkat semenjak Oktober, apalagi di Desember,” ia mengingatkan.

    Jika masyarakat terus abai dan kasus baru meningkat, tidak akan cukup fasilitas kesehatan untuk menanganinya. “Satu-satunya cara adalah dengan mencegah penularan. Yaitu dengan tidak berkerumun dan menjalankan 3M,” ujarnya. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleWeekend Streaming Drakor? #KenapaNggak | BALIPOST.com
    Next Article Karena Ini Gaji PNS di Gianyar Belum Cair
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.