Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Masih Berjumlah Puluhan Ribu, Tambahan Kasus COVID-19 Harian Dilaporkan Nasional
    News

    Masih Berjumlah Puluhan Ribu, Tambahan Kasus COVID-19 Harian Dilaporkan Nasional

    August 20, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Masih Berjumlah Puluhan Ribu, Tambahan Kasus COVID-19 Harian Dilaporkan Nasional 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Masih Berjumlah Puluhan Ribu, Tambahan Kasus COVID-19 Harian Dilaporkan Nasional 2
    Tangkapan layar level assesment penyebaran COVID-19 di kabupaten/kota seluruh Indonesia. (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus COVID-19 baru yang dicatatkan nasional pada Jumat (20/8), masih berjumlah puluhan ribu. Korban jiwa pun bertambah di atas seribu tiga ratusan orang.

    Kabar baik lainnya, jumlah pasien sembuh masih bertambah cukup tinggi. Jumlahnya ada di kisaran 26 ribuan orang.

    Data Kementerian Kesehatan menunjukkan terjadi penambahan kasus COVID-19 sebanyak 20.004 orang. Kumulatifnya menjadi 3.950.304 orang.

    Pada hari ini dilaporkan yang sembuh sebanyak 26.122 orang. Total pasien sembuh menjadi 3.499.037 orang.

    Korban jiwa tercatat 1.348 orang. Sehingga kumulatifnya menjadi 123.981 orang selama pandemi berlangsung sejak Maret 2020.

    Jumlah pasien COVID-19 yang masih dirawat mencapai 327.286 orang.

    Indikator Penting

    Penularan yang masih cukup tinggi ini memperlihatkan positivity rate yang masih di atas rekomendasi WHO. Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid . Ia menyebutkan positivity rate dan testing rate adalah indikator penting dalam menilai status transmisi atau penularan COVID-19. WHO juga merekomendasikan untuk suatu wilayah mampu melakukan testing minimal 1 orang per 1.000 penduduk per minggu untuk mengukur upaya surveilans yang dilakukan.

    “Pekan lalu, seluruh provinsi mampu mencapai testing rate yang ditetapkan. Walaupun begitu dengan kapasitas yang ada, sesuai dengan instruksi, kita mampu dan akan terus menargetkan testing mencapai 400.000 tes per hari,” ujar dr. Nadia.

    Dia menambahkan, upaya penemuan kasus dilakukan dengan memprioritaskan populasi yang berisiko tinggi untuk menularkan virus, yaitu pasien dengan kriteria suspek dan juga kontak erat.

    Pembelajaran yang terjadi di Jawa dan Bali hendaknya menjadi kewaspadaan bagi provinsi-provinsi di luar Jawa dan Bali, terutama karena adanya varian baru. “Kita berharap dan terus berupaya untuk melokalisasi setiap wilayah yang berpotensi munculnya kluster-kluster dan penularan aktif,” ujarnya, dalam rilis yang diterima.

    Dia menegaskan, varian delta merupakan varian baru yang saat ini mulai mendominasi pelaporan varian di hampir seluruh negara di dunia. Varian ini harus selalu diwaspadai karena memiliki kemampuan penularan dan potensi gejala dan keparahan yang lebih tinggi.

    dr. Nadia memastikan, Indonesia terus berupaya melakukan kegiatan sekuensing untuk memantau penyebaran varian baru, baik yang berasal dari luar maupun dalam negeri. Per tanggal 18 Agustus 2021, sudah lebih dari 5.000 sekuensing dilakukan dengan 80% hasil adalah varian delta.

    Dia mengimbau pemerintah daerah di beberapa wilayah untuk lebih waspada dan meningkatkan testing dan tracing mengingat dominasi varian delta yang terdeteksi. Beberapa wilayah yang dimaksud adalah Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

    dr. Nadia mengingatkan, bagi provinsi atau daerah lain yang belum melaporkan atau belum menemukan varian ini juga untuk tetap waspada. Pemerintah daerah diharapkan aktif meningkatkan upaya testing dan tracing, dan melaporkan kasus-kasus yang masuk kriteria untuk dilakukan pemeriksaan sekuensing ke laboratorium rujukan. “Sekali lagi, upaya pengendalian dan vaksinasi yang kita lakukan saat ini masih terbukti efektif untuk mencegah penularan, dan mencegah keparahan dan kematian akibat infeksi varian delta ini,” ujar dr. Nadia. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleOJK, BI, Polri, Kominfo, dan Kemenkop Bersepakat Brantas Pinjol Ilegal
    Next Article Tak Ada Bahasan Ibu Kota Negara Baru di APBN 2022, ini Kata Kemenkeu
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Wimbledon schedule 2026 resmi diumumkan (Ilustrasi/AI)

    Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai

    June 29, 2026
    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Wimbledon Schedule 2026 Diumumkan, Turnamen Resmi Dimulai
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.