Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Menaker: Banyak SDM Jago, Tapi Jumlahnya Sedikit
    News

    Menaker: Banyak SDM Jago, Tapi Jumlahnya Sedikit

    November 8, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Menaker: Banyak SDM Jago, Tapi Jumlahnya Sedikit

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri

    Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menyebut faktor kuantitas (jumlah) dan persebaran, masih menjadi masalah yang dominan dalam dunia ketenagakerjaan di Indonesia.

    Bicara kualitas, kata Hanif, Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang ahli di berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Namun masalahnya, jumlahnya tidak memadai bila melihat kebutuhan di Indonesia secara menyeluruh.



    “Banyak yang jago. Tapi ketika bicara kuantitas, ini bermasalah. Kalau di bidang tertentu kualitasnya memadai, jumlahnya tidak cukup,” kata Hanif dalam kegiatan Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Gedung Bappenas, Jakarta, pada Kamis (8/11).

    Pun begitu dengan masalah ketersebaran. Di Indonesia, umumnya tenaga kerja berkualitas memilih bekerja di perkotaan, ketimbang merintis karir di pedesaan. Akhirnya, terjadi ketimpangan antara desa dan kota.

    Baca juga :

    • Ditemukan Lukisan Tertua di Dunia di Gua Kalimantan
    • Koresponden CNN Dapat Larangan Meliput di Gedung Putih
    • Mendikbud Kritik LPTK Tak Hasilkan Guru SMK

    Karena itu, lanjut Hanif, pemerintah berupaya melakukan masifikasi, yakni dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja ahli, juga memastikan penyebarannya di setiap wilayah, lewat program Triple Skilling.

    “Pertama, program skill bagi orang yang tidak memiliki keahlian. Kedua, yang memiliki keahlian ditingkatkan melalui program up-skilling. Dan ketiga, mereka yang memiliki skill diberi kesempatan masuk program re-skilling,” terangnya.

    Hanif menambahkan, peningkatan skill dan re-skilling merupakan hal niscaya dewasa ini. Pasalnya, revolusi industri berlangsung cepat dan masif. Pekerjaan pun dengan sendirinya akan berubah, dan menyesuaikan dengan kebutuhan.

    “Ketika pekerjaannya berubah, tuntutan skill juga berubah,” tandasnya.

    TAGS : Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/43576/Menaker-Banyak-SDM-Jago-Tapi-Jumlahnya-Sedikit/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSerapan Lulusan SD Tinggi, Mendikbud Bilang Menyakitkan
    Next Article Amerika Serikat Disebut Berharap Terjadi Pemberontakan Iran
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • iOS 27 Download Sudah Tersedia dalam Versi Public Beta, Begini Cara Unduhnya
    • Rekomendasi Laptop Mahasiswa untuk Semua Jurusan dan Budget
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.