Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Menaker Sebut Produktivitas Pekerja Indonesia Kalah dari Vietnam
    News

    Menaker Sebut Produktivitas Pekerja Indonesia Kalah dari Vietnam

    November 28, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Menaker Sebut Produktivitas Pekerja Indonesia Kalah dari Vietnam 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com–Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, daya saing produktivitas pekerja Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Vietnam. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dari segi kompetensi dan produktivitas pekerja secara global.

    Ida menyebut, menurut data ILO, tingkat pertumbuhan output tahunan pekerja Indonesia masih rendah bahkan di bawah rata-rata negara dengan penghasilan menengah bawah. Tingkat produktivitas pekerja Indonesia juga di bawah negara pesaing seperti Vietnam.

    ”Data menunjukkan produktivitas pekerja Indonesia masih tertinggal. Data juga menunjukkan bahwa kita memiliki tantangan dari sisi kompetensi dan produktivitas,” ujar Ida dalam acara diskusi, Sabtu (28/11).

    Menurut dia, penyebab rendahnya produktivitas adalah faktor pendidikan yang rendah. Sehingga kemampuan dan kompetensi pekerja pun rendah.

    ”Masih besarnya persentase pekerja dengan pendidikan SMP ke bawah mengakibatkan banyak pekerja yang masih memiliki skill atau kompetensi rendah,” ucap Ida.

    Di sisi lain, Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan dari tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) yakni sebesar 7,07 persen.

    Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2020 ada sekitar 138 juta angkatan kerja, yang terdiri atas 128 juta penduduk yang bekerja dan 9,7 juta pengangguran. Terakhir, data BPS menunjukkan ada 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi.

    Hal tersebut menambah beban di sektor ketenagakerjaan. Selain itu, ada tambahan 2 juta–2,5 juta angkatan kerja baru yang masuk ke pasar kerja setiap tahun. ”Ada kenaikan jumlah penganggur dan TPT yang signifikan, ini akibat dampak pandemi,” ujar Ida.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Latu Ratri Mubyarsah

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJokowi Tetapkan Tanggal Pencoblosan Sebagai Hari Libur Nasional
    Next Article Soal “recall” Sonata dan Santa Fe, Hyundai kena denda 54 juta dolar
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Tokopedia PHK karyawan menjadi sorotan (Ilustrasi/AI)

    Tokopedia PHK Karyawan Bikin Heboh, Benarkah 90 Persen Pegawai Terdampak?

    July 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang
    • Apakah Prompt AI Bisa di Hak Cipta? Ini yang Perlu Diketahui Kreator
    • Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.