Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Mencermati Penerbitan Global Bond dan Kerjasama the Fed AS
    News

    Mencermati Penerbitan Global Bond dan Kerjasama the Fed AS

    April 8, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Mencermati Penerbitan Global Bond dan Kerjasama the Fed AS

    Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir di Crisis Centre Lion Air di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Foto: Instagram/Ditjen Pajak)

    Jakarta, Jurnas.com – Pengamat Kebijakan Publik, Achmad Nur Hidayat mengakui, kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) menerbitkan kembali surat utang adalah tindakan yang tidak populis di tengah pandemi Covid-19 atau wabah virus Corona.

    Namun bagi Achmad, semua menteri keuangan akan melakukan hal yang sama jika dihadapi situasi ekonomi yang minim pendapatan negara, di tengah tuntutan besar akan stimulus ekonomi akibat pandemik Covid-19 dan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa lebih besar lagi.

    “Tindakan SMI tersebut dapat dipahami sebagai tindakan counter cyclical crises yang tidak populer dan dalam bingkai kebijakan publik,” jelas Achmad.

    Ahmad menegaskan, memang harus ada pejabat tidak populer untuk menyelamatkan keuangan negara saat ini. Sosok itu adalah Sri Mulyani Menteri Keuangan periode kedua Kabinet Presiden Jokowi.

    Kementerian Keuangan mengeluarkan obligasi global (global bond) 4,3 miliar USD atau Rp68,8 Triliun. Obligasi global tersebut diterbitkan dalam 3 bentuk Surat Berharga Negara (SBN) yaitu seri RI1030, RI 1050, dan RI0470. Ketiga seri tersebut memiliki tenor jangka panjang diatas 10 tahun.

    “Hal ini adalah strategi yang bijak untuk memberikan ruang fiskal agak lebar di jangka pendek. Yield/kupon SBN ketiganya berkisar 3.9%-4.5% per tahun berdenominasi USD,” papar Achmad.

    Ia juga menjelaskan, Seri RI1030 memiliki tenor 10,5 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2030 diterbitkan sebesar USD1,65 miliar dengan yield global sebesar 3,9%.

    Seri kedua yaitu RI1050 dengan tenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2050. Nominal yang diterbitkan juga USD1,65 miliar dengan yield 4,25%.

    Seri ketiga adalah RI0470 dengan tenor 50 tahun, jatuh tempo 15 April tahun 2070 sebesar UDD1 miliar dengan tingkat yield 4,5%.

    “Seri ketiga ini merupakan global bond pertama yang diterbitkan dengan tenor 50 tahun. SBN yang ketiga adalah series baru yang belum pernah diterbitkan sebelumnya. Jatuh tempo atau tenornya 50 tahun yaitu 15 April tahun 2070 sebesar USD1 miliar dengan tingkat yield 4,5%,” jelas Achmad.

    Ia mengingatkan penerbitan dengan tenor 50 tahun merupakan tenor terpanjang yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

    Hal ini secara implisit menunjukkan kepercayaan investor jangka panjang terhadap track record kondisi ekonomi dan pengelolaan keuangan negara di masa depan.

    “Indonesia juga merupakan negara pertama di Asia yang menerbitkan sovereign bond sejak pandemi COVID-19 terjadi,” jelasnya.

    Sejak Februari hingga Maret, lanjut Achamd, tidak ada satu negara pun di Asia yang masuk ke global bond, karena mereka melihat situasi volatilitas dan gejolak keuangan yang sangat besar.

    Sayangnya, Achmad mengatkan tak ada kemeriahan tepuk tangan dari prestasi kebijakan Sri Mukyani tersebut, karena secara implisit Indonesia merupakan negara pertama di Asia yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pembiayaan luar dalam mengatasi CV19. Dan ini seharusnya menjadi evaluasi terhadap ketahanan fiskal saat ini.

    Achmad menyampaikan pula bagaimana Menkeu menyebu penerbitan ketiga seri SBN tersebut adalah penerbitan terbesar di dalam sejarah penerbitan US Dollar Bond oleh Pemerintah Republik Indonesia.

    Bersambung….

    TAGS : Menteri Keuangan Sri Mulyani SBN

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/70261/Mencermati-Penerbitan-Global-Bond-dan-Kerjasama-the-Fed-AS/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTerima Bantuan, TKI Malaysia Berdoa untuk Kejayaan PKB
    Next Article Dua Pasien Corona di Sulteng Dinyatakan Sembuh
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.