Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Mengenal fitur “regenerative braking” pada mobil listrik
    Automotive

    Mengenal fitur “regenerative braking” pada mobil listrik

    October 4, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mengenal fitur “regenerative braking” pada mobil listrik 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Surabaya (ANTARA) – Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMI) Bonar Pakpahan,memaparkan lebih dalam mengenai fitur regenerative braking (pengereman pengembalian) yang ada pada mobil listrik, seperti Hyundai IONIQ 5 dan 6.

    Mobil listrik dapat dikatakan efisien bila jarak tempuhnya jauh dan bisa mengisi daya dengan cepat. Selain itu, mobil listrik masa kini juga sangat dinilai dari teknologi efisiensinya, seperti regenerative braking.

    Bonar di Surabaya, Rabu (4/10) menjelaskan sistem regenerative braking dapat mengisi daya baterai dengan memanfaatkan energi kinetik yang dihasilkan dari deselerasi mobil, atau perlambatan dari kecepatan tinggi ke kecepatan rendah saat berkendara. Energi yang dihasilkan dari deselerasi akan mengisi daya baterai atau langsung digunakan saat diperlukan.

    “Ini adalah sebuah proses energy recovery (pengembalian energi) dari sistem pengereman, di mana energi kinetik atau energi yang terjadi akibat adanya sebuah objek yang bergerak itu bisa dikembalikan, yang tadinya dilakukan begitu saja dalam proses pengereman, kini bisa diambil sebagian untuk diubah kembali menjadi energi listrik yang bisa disimpan ke dalam baterai,” kata Bonar menjelaskan.

    Baca juga: Ini kelebihan IONIQ 5 versi Bluelink, ada fitur anti pencurian

    Regenerative braking adalah teknik unik yang digunakan pada mobil listrik untuk menangkap energi yang dimiliki kendaraan akibat gerakannya atau dengan kata lain, energi kinetik yang akan terbuang saat kendaraan melambat atau terhenti saat melakukan pengereman.

    Ketika regenerative braking bekerja, rasanya sama seperti melakukan pengereman pada mobil pembakaran internal konvensional. Namun, bila pada mobil pembakaran internal energi tersebut terbuang sia-sia dan seringkali menjadi panas, hal itu tidak terjadi di motor listrik.

    Ketika melepas pedal gas di mobil listrik, motor listrik tidak memerlukan tenaga sama sekali. Motor listrik masih bergerak karena gerakan dari mobil dan putaran tersebut seakan menjadi sebuah dinamo listrik yang mengisi daya baterai.

    Selain mengisi daya listrik ke baterai, regenerative braking juga membuat penggunaan rem lebih hemat karena lebih jarang digunakan. Fitur itu akan menanggung tugas pengereman konvensional (friction braking) dengan mudah.

    Dengan kata lain, regenerative braking dapat membuat kendaraan melambat hingga berhenti secara otomatis bila pedal akselerasi dilepas, tanpa harus menginjak pedal rem.

    “Mobil jenis apapun pasti menggunakan friction braking, dan ini akan mempengaruhi umur pakai dari kampas rem dan piringan rem itu sendiri. Jadi sejarah lama harus diganti, dengan tambahan fitur regenerative braking umur dari rem itu tadi bisa lebih awet,” kata Bonar.

    Baca juga: Alasan IONIQ 5 versi sebelumnya tak bisa “upgrade” teknologi Bluelink

    Baca juga: Mobil listrik pertama Xiaomi dilaporkan dapat dukungan Apple Car play

    Baca juga: Toyota ungkap 70 persen pasar meminta mobil hybrid

    Pewarta: Pamela Sakina
    Editor: Natisha Andarningtyas
    Copyright © ANTARA 2023

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleLahan Pertanian Makin Terhimpit | BALIPOST.com
    Next Article Dua Rumah Pribadi Syahrul Yasin Limpo Digeledah KPK
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.