Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Mengenang Dokter Pejuang TBC Anak yang Meninggal Dunia Akibat Covid-19
    News

    Mengenang Dokter Pejuang TBC Anak yang Meninggal Dunia Akibat Covid-19

    August 30, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mengenang Dokter Pejuang TBC Anak yang Meninggal Dunia Akibat Covid-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Dokter Spesialis Anak senior dr. Nastiti Noenoeng Rahajoe, Sp.A(K) meninggal dunia akibat positif Covid-19. Kabar duka itu menambah deretan panjang jumlah dokter dan tenaga medis yang meninggal akibat virus Korona.

    Semasa hidupnya, dr. Nastiti dikenal sebagai tokoh respurologi anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Almarhumah cukup gencar memperjuangkan nasib anak yang terpapar Tuberkulosis (TB).

    “Beliau ternasuk tokoh respirologi anak. Tokoh paru anak. Beliau cukup gencar perjuangkan berantas TBC anak di Indonesia,” kata Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB kepada JawaPos.com, Minggu (30/8).

    “Kemarin waktu tazkiah disampaikan bahwa beliau adalah ibunya TBC anak Indonesia. Kerja sama di lintas internasional juga sudah banyak kiprahnya,” tegas dr. Ari.

    Jika ditotal, khusus untuk para dokter yang berasal dari FKUI dan meninggal akibat Covid-19, jumlahnya di bawah 10 orang. Dokter Nastiti menjadi salah satu kelompok rentan karena usianya yang sudah sepuh.

    “Memang karena sudah umur juga ya beliau. Tentu komorbid itu seperti lansia, obesitas, diabetes, dan trennya banyak terjadi pada pria. Ink kelompok rentan,” kata dr. Ari.

    Sementara itu pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) belum merespons saat dihubungi JawaPos.com terkait hal ini. Dokter Nastiti juga menjabat sebagai Ketua IDI Jakarta Pusat.

    Dokter dan Tenaga Medis Gugur

    Sebagai sesama dokter, dirinya prihatin para dokter gugur akibat Covid-19. Dan rata-rata tertular kareka berbagai faktor dari mulai komorbid, tertular dari pasien, hingga terinfeksi karena berjuang di garda terdepan.

    “Kami kan juga antisipasi ya. Bahwa kami tak menenafikan ada juga dokter-dokter yang kena. Yang meninggal memang umumnya karena kondisinya fatal disertai komorbid, atau obesitas,” jelasnya.

    Namun, dr. Ari kecewa dengan pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang mengungkapkan bahwa tenaga medis banyak tertular karena tak disiplin dengan protokol kesehatan. Menurut dr. Ari tak bisa juga dikatakan abai, sebab beban kerja dokter ditambah stres selama pandemi, bisa memicu penularan virus.

    “Tak bisa juga dibilang abai, beban dokter tersebut berat lho. Tentu ini saling berhubungan semua. Misalnya kita ambil contoh, beban kerja dokter yang tinggi, bisa saja membuat kelelahan. Kami juga stres lho mengetahui beberapa pasien yang kami rawat misalnya positif Covid-19. Lalu kami kontak sebelumnya. Stres lho kerja seperti itu, itu sudah makanan kami sehari-hari,” tegasnya.

    “Kalau bicara virus, sudah pasti kami para dokter berhadapan dengan virus. Okelah memang saat awal pandemi, kami kesulitan APD. Tapi kalau dikatakan kami tak disiplin, harus bicara pakai data. Musti hati-hati lah. Saya kecewa jika beliau Menteri Kesehatan bicara seperti itu,” jelasnya.

    Saksikan video menarik berikut ini:

     

    Editor : Nurul Adriyana Salbiah

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article5 Pengeluaran yang Tanpa Sadar Bikin Tagihan Kartu Kredit Membengkak
    Next Article Tim Riset Catat Sudah 248 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung

    July 9, 2026
    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    July 8, 2026
    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    Folkafe: Coffee & Stories, Coffee Shop Legendaris di Semarang untuk Kerja dan Berbagi Cerita

    July 7, 2026
    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    7 Rekomendasi Cafe dan Bakery Estetik di Bandung untuk Akhir Pekan

    July 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Israel Bom Lebanon Hari Ini, Apa Penyebab Serangan Terbaru?
    • Paris Museum Braga, Cafe Baru Bergaya Galeri Seni di Jantung Bandung
    • Kanvill Dau, Sensasi Grill Sendiri dengan Pemandangan Perbukitan di Malang

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.