Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Menpora Apresiasi Penerbitan Buku Si Bung Mahbub Djunaidi
    News

    Menpora Apresiasi Penerbitan Buku Si Bung Mahbub Djunaidi

    October 10, 2017No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Menpora Apresiasi Penerbitan Buku Si Bung Mahbub Djunaidi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Menpora Apresiasi Penerbitan Buku Si Bung Mahbub Djunaidi

    Menpora Imam Nahrawi

    Jakarta – Menpora Imam Nahrawi memberikan apresiasi atas terbitnya buku “Bung Memoar tentang Mahbub Djunaidi”.  Sosok Mahbub, di mata Menpora, tidak pernah mati karena nilai-nilai, contoh keteladanan, dan juga misi perjuangannya bersemai dan terus menyebar di seantero penjuru negeri hingga saat ini. Tulisan-tulisannya yang membuat ia abadi. 

    Mahbub Djunaidi, sosok aktivis dan politisi, lebih dikenal lewat tulisan-tulisannya yang satir dan jenaka di berbagai koran, tabloid, dan majalah di penghujung akhir Orde Lama hingga beberapa tahun menjelang tumbangnya Orde Baru. Mantan Ketua PWI periode 1965-1970 ini menghembuskan nafas terakhirnya bersamaan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 1995. 

    “Meski sudah lebih dari dua dekade meninggal, ingatan tentangnya dari para keluarga, sahabat, kolega masih terasa begitu nyata dan hidup. Ingatan-ingatan itu akan dapat kita jumpai saat membaca buku “Bung Memoar tentang Mahbub Djunaidi,” kata Menpora yang juga memberikan pengantar dalam buku tersebut.

    Menurut Menpora, sosok Mahbub Djunaidi yang begitu dekat dengan keluarga, berhasil digambarkan oleh penulis Iwan Rasta dan Isfandiari MD –yang tidak lain dan tidak bukan adalah putra Mahbub- dengan sangat nyata. Isfan menceritakan bagaimana Mahbub tak mau dipanggil oleh sebutan apa saja kecuali dengan “Si Bung”. Nggak cuma anaknya panggil si Bung, cucunya juga nggak boleh panggil kakek atau engkong. Cukup “Bung” saja (hlm. 17), tulisnya. Mahbub tidak ingin merasa tua, pikiran dan jiwanya selalu muda.

    Ada juga beberapa kesaksian dari para sahabatnya, salah satunya adalah Jakob Oetama, Sekjend PWI di periode yang sama dengan Mahbub. Baginya, Mahbub adalah manusia yang khas dan berkarakter. Saat dia menulis kritik, kritik-kritik tajamnya disampaikan dengan cara yang berbeda, tidak seperti orang lain pada umumnya yang disampaikan dengan kaku dan cenderung uring-uringan. Mahbub menuliskan kritiknya dengan humor, luwes, sederhana, tidak meledak-ledak. Dari gaya tulisannya yang penuh tawa namun nyentil itulah Mahbub berhasil mempengaruhi orang-orang.

    Mahbub dalam tulisan-tulisannya memang hampir selalu menggunakan humor untuk melihat fenomena kehidupan. Humor adalah cara Mahbub untuk mengajak seseorang masuk ke dalam suatu masalah, lalu melihat masalah dengan bahasa keseharian yang mudah dipahami oleh seluruh lapisan, jauh dari kesan kaku dan formal. Humor dijadikan sebagai senjata untuk menggelitik sekaligus mengkritik pemerintah yang lalai. 

    Sebagai seorang penulis, kepiawaian Mahbub Djunaidi tidak ada yang meragukannya lagi. Ia adalah ‘mazhab’ penulisan kolom di Indonesia. Kalau di Amerika ada Art Burchwat maka di Indonesia ada Mahbub Djunaidi yang cerdas, tajam, aktual, dan yang penting lucu. Mahbub Djunaidi barangkali sedang berakrobat saat sedang menulis. Ibarat seorang jawara atau pendekar silat, ia tak pernah kehabisan jurus. Selalu ada dan terus ada.

    Dalam buku “Bung Memoar tentang Mahbub Djunaidi” ada banyak kebahagiaan yang telah dituliskan oleh keluarga, sahabat, kolega dan bahkan para penggemarnya di era sekarang ini. Menurut Cak Imaam, sosok Mahbub memang tak pernah habis untuk diperbincangkan. Tulisannya yang segar, humornya kadang membuat kita terhenyak. Ia sosok idealis, yang selalu memperjuangkan humanisme, egaliter, berada di garis terdepan melawan segala bentuk ketidakadilan dan feodalisme.

    TAGS : Menpora Imam Nahrawi Mahbub Junaidi

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/23044/Menpora-Apresiasi-Penerbitan-Buku-Si-Bung-Mahbub-Djunaidi/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleRibuan Butir Amunisi Tajam Milik Polri Dipindahkan Ke Mabes TNI
    Next Article Komisi II Minta Pandangan Ormas Keagamaan soal Perppu
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Korupsi Kuota Haji Terbaru (Ilustrasi/AI)

    Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel

    June 8, 2026
    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.