Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Menristek Akui Teknologi Vaksin Covid-19 Indonesia Masih Tertinggal
    News

    Menristek Akui Teknologi Vaksin Covid-19 Indonesia Masih Tertinggal

    January 18, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Menristek Akui Teknologi Vaksin Covid-19 Indonesia Masih Tertinggal 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan, teknologi vaksin Covid-19 di Indonesia masih ketinggalan, baik dari program risetnya maupun dari sektor manufakturnya.

    “Kalau Indonesia dibilang ketinggalan di bidang teknologi vaksin, saya akan bilang iya,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, Senin (18/1).

    Bambang memaparkan, selama ini Indonesia belum terbuka dengan beberapa platform vaksin terbaru. Penelitian vaksin yang dilakukan oleh perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga (Unair) pada konsorsium Vaksin Merah-Putih kemungkinan akan sulit diproduksi.

    Sebab, belum ada perusahaan farmasi di Indonesia yang mampu memproduksi vaksin dengan platform yang dikembangkan UI dan Unair.

    Bahkan, Bio Farma yang selama ini menjadi perusahaan pelat merah ujung tombak pemerintah dalam program vaksinasi pun tak mampu memproduksi vaksin Covid-19 dengan platform yang digunakan UI dan Unair.

    “Selain hasil penelitian Eijkman, ini ada juga dari UNAIR dan UI yang penelitiannya paling cepat, hanya saja vaksin mereka ini platform-nya belum bisa diproduksi di Bio Farma. Bio Farma hanya bisa melakukan dengan platform protein rekombinan ataupun inactivated virus seperti di Sinovac,” imbuhnya.

    Bambang menjelaskan, platform vaksin yang diteliti UI menggunakan platform m-RNA dan Unair menggunakan adenovirus. Bambang pun berharap agar pihak swasta dapat masuk dan berinvestasi ke dalam pengembangan vaksin ini. Khususnya dalam mengembangkan manufaktur farmasi yang mampu memproduksi vaksin dengan platform baru macam m-RNA dan adenovirus.

    “Kami berharap perusahaan swasta mau bergabung ke konsorsium vaksin Covid-19 dan bisa melakukan pengembangan di sana,” tutupnya.

    Editor : Banu Adikara

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous Article"Cari Mobil" fasilitasi pencari mobkas
    Next Article Strategi di balik kesuksesan Honda Brio jadi mobil terlaris 2020
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?
    • ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.