Menristek Sebut Inonesia Tidak Bisa Lolos Dari Middle Income Trap

Menristek Sebut Inonesia Tidak Bisa Lolos Dari Middle Income Trap

JawaPos.com – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa Indonesia tidak bisa lolos dari middle income trap atau terus terjebak sebagai negara dengan pendapatan menengah.

Hal ini, kata dia dipicu oleh perekonomian dalam negeri yang hanya berfokus pada komoditas sumber daya alam. Oleh karenanya, Indonesia akan tetap menjadi negara berkembang.

“Secara jujur, kita tidak bisa bermimpi untuk bisa lolos dari middle income trap, mengingat perjalanan selama ini kita lebih fokus satu kepada ekonomi yang berbasis sumber daya alam dan kita menekankan kepada efisiensi pada struktur perekonomian,” terang dia dalam webinar Improving The Knowledge and Innovation Ecosystem for a Better Indonesia, Selasa (16/3).

Ia mengetahui bahwa pemanfaatan sumber daya alam itu memberikan manfaat dalam bentuk pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Namun, itu ada batasnya.

“Tampaknya ada batas atau ada limit dari model pertumbuhan seperti itu, harus ada terobosan harus ada breakthrough dan terobosan tersebut ada pada inovasi,” ujarnya.

Ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi itu harus menjadi landasan pembangunan dan sebaiknya benar-benar menjadikan hal itu sebagai dasar dan arus utama pergerakan ekonomi dalam negeri.

“Kalau kita menjadikan ilmu pengetahuan teknologi inovasi sebagai arus utama, maka dengan sendirinya juga kita bisa menciptakan ekonomi berbasis inovasi yang inklusif,” jelasnya.

Salah satu negara yang berhasil dengan mengedepankan inovasi adalah Tiongkok, bahkan pertumbuhan perekonomiannya bisa tumbuh hingga dua digit dengan memaksimalkan inovasi teknologi. Dengan itu juga, negara berjuluk Tirai Bambu tersebut menurunkan angka kemiskinan.

“Mereka mendorong penggunaan inovasi khususnya teknologi untuk pengurangan kemiskinan sehingga pada saat yang sama ketika Tiogkok naik kelas, cepat sekali menjadi salah satu negara dengan GDP terbesar di dunia dan posisinya saat ini hampir menjadi negara berpendapatan tinggi, di sisi lain mereka juga berhasil mengurangi tingkat kemiskinan secara drastis, sekaligus tentunya menjaga pemerataan pendapatan antar penduduk,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking


Credit: Source link

Related Articles