Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Menristekdikti: 92 Persen Obat Apotek Masih Impor
    News

    Menristekdikti: 92 Persen Obat Apotek Masih Impor

    May 22, 2019No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Menristekdikti: 92 Persen Obat Apotek Masih Impor

    Ilustrasi minum obat (foto: RTE)

    Cirebon, Jurnas.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut 92 persen obat-obat apotek di Tanah Air masih diimpor dari luar negeri, kendati diproduksi di Indonesia.

    Karena itu, dia mendorong supaya para mahasiswa yang duduk di Program Studi (prodi) Farmasi, agar melakukan inovasi, dengan tujuan memanfaatkan obat-obatan lokal.



    “Ada potensi lokal yang begitu besar, tapi tidak pernah kita eksplorasi dengan baik. Ini harus kita dorong, agar ketergantungan obat-obatan bukan pada barang impor, tapi lokal,” ujar Nasir usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Khas Kempek, Cirebon, Jawa Barat pada Rabu (22/5) malam.

    Menurut Nasir, Indonesia bukan tidak memiliki obat-obatan lokal yang memiliki potensi besar. Dia menyontohkan tanaman jahe (ginger) yang banyak ditemui di Indonesia, ternyata memiliki khasiat lebih baik dari gingseng milik Korea Selatan.

    Baca juga.. :

    • 500 Pesantren Ditarget Dongkrak APK Pendidikan Tinggi
    • Lulusan Perguruan Tinggi Harus Kantongi Kompetensi
    • Definisi Kilogram Berubah, Ini Dampaknya

    “Kalau orang bicara gingseng di Korea, ternyata kita punya ginger (jahe) yang jauh lebih tinggi kualitasnya. Tapi kenapa riset tidak kita kembangkan dengan baik?” kata mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini.

    Selain mendorong mahasiswa melakukan inovasi di bidang obat-obatan, Nasir juga mengatakan telah menginstruksikan supaya perguruan tinggi yang memiliki Prodi Farmasi, agar menggandeng perusahaan farmasi.

    Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi dalam memanfaatkan laboratorium yang telah dimiliki oleh perusahaan.

    “Terpenting ialah adanya sinergi antara pendidikan tinggi dengan industri. Karena ada banyak potensi food and beverages yang juga belum kita maksimalkan,” tandas dia.

    TAGS : Prodi Farmasi Obat Impor Mohamad Nasir

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/53139/Menristekdikti-92-Persen-Obat-Apotek-Masih-Impor/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKetua DPR Pastikan Aparat Tak Bawa Peluru Tajam
    Next Article Redam Konflik, Ormas Pemuda Siap Pertemukan Jokowi-Prabowo
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan
    • 9 Drama Korea Rating Tertinggi Juli 2026, Mana yang Wajib Ditonton?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.