Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Mereka Hanya “Pura-Pura” Ikut PFW
    Lifestyle

    Mereka Hanya “Pura-Pura” Ikut PFW

    March 13, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Mereka Hanya "Pura-Pura” Ikut PFW 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KEGADUHAN dunia maya akibat Paris Fashion Show during Paris Fashion Week menuai perhatian Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali. Menurut dia, yang dilakukan rombongan Indonesia itu bukanlah ambush marketing. Atau, lebih tepatnya adalah belum ambush marketing. Sebab, ambush marketing membutuhkan kreativitas tinggi. Nah, yang terjadi di Paris baru-baru ini hanyalah rombongan Indonesia yang “pura-pura” sedang ikut ajang fenomenal nan terkenal itu.

    “Apa yang dilakukan sepuluh brand lokal kita di Paris dalam ajang PFW bukanlah ambush,” terang Rhenald saat dihubungi Jawa Pos pada Jumat (11/3). Ambush marketing, lanjut dia, sudah lama dipraktikkan Nike, Pepsi, dan sejumlah jenama top lainnya. Mereka mencuri perhatian publik dari perhelatan besar secara kreatif.

    Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat (AS), misalnya. Saat itu, Reebok terpilih sebagai sponsor resmi dengan tender senilai USD 20 juta. Reebok berhak mendapatkan space di arena Olimpiade.

    Nike, yang tidak memenangi tender, tidak diam saja. Nike berpikir lebih keras untuk mencuri perhatian publik. Caranya? Nike memborong semua billboard di Atlanta. Tentunya, yang ada di luar arena Olimpiade. Reebok boleh menguasai arena Olimpiade, tapi di luar itu, Nike rajanya. Bahkan, Nike membangun Nike Center di luar arena Olimpiade. Itulah yang disebut ambush marketing.

    Menurut alumnus University of Illinois itu, kegaduhan rombongan Indonesia di Paris sebenarnya justru bisa diatasi dengan strategi ambush marketing. Sayangnya, mereka kurang kreatif. Rhenald menduga, tidak ada tim kreatif atau advertising yang diajak.

    Pendiri Rumah Perubahan tersebut menyatakan bahwa yang dilakukan rombongan Indonesia di Paris itu tidak etis. Sebab, mereka justru berusaha menggiring masyarakat pada informasi yang salah alias mislead the information. Untuk memperoleh asosiasi yang positif, rombongan Indonesia seharusnya menggunakan kecerdasan yang lebih tinggi daripada para pelaku usaha yang terpilih sebagai pemain resmi PFW. ’’Bukan fake it till you make it,” tegasnya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBrand Lokal Going Global ya Seharusnya Didukung
    Next Article Rusia Lancarkan Serangan Udara ke Bagian Barat Ukraina
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cara melacak HP yang hilang dengan email kini lebih mudah (Ilustrasi/AI)

    Begini Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Menggunakan Akun Google

    July 6, 2026
    Cek desil Dinsos untuk bansos 2026 kini banyak dicari masyarakat (Ilustrasi/AI)

    Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya

    June 25, 2026
    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung (Ilustrasi/AI

    Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    June 24, 2026
    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa (ILustrasi/AI)

    Kerusakan Ginjal Disebabkan Oleh Apa? Kenali Penyebab serta Risikonya

    June 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • The Odyssey Menceritakan Tentang Apa Sih, Diadaptasi dari Puisi?
    • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya
    • TradingView Makin Populer di Kalangan Trader: Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.